Selebrita

Ulah Codeblu Bikin Segudang Nastar Tak Laku Dijual, Clairmont Hilang Omzet Malah Diperas Rp600 Juta

Clairmont, brand kuliner yang dikenal dengan produk kue dan pastry-nya, mengalami dampak besar setelah influencer Codeblu mengunggah video bohong.

|
Editor: Murhan
Instagram codebluuuu
DIPERIKSA POLISI - Kolase sosok Codeblu dari capture instagram, Rabu (12/3/2025). Ulah Codeblu Bikin Segudang Nastar Tak Laku Dijual, Clairmont Hilang Omzet Malah Diperas Rp600 Juta. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Clairmont, brand kuliner yang dikenal dengan produk kue dan pastry-nya, mengalami dampak besar setelah influencer Codeblu mengunggah video.

Dia menuding produk nastar Clairmont dalam kondisi busuk saat diberikan ke panti asuhan.

Dilansir Kompas.com (05/04/2025), CEO dan founder Clairmont, Susana Darmawan, menuturkan bahwa setelah video tersebut viral, pihaknya langsung berusaha mencari kebenaran.

Mereka mencoba menghubungi CB untuk mengetahui panti asuhan mana yang menerima produk tersebut.

"Saya enggak kenal yayasan tersebut dan kita enggak pernah memberikan (nastar)," ungkap Susana dalam wawancara di YouTube Grace Tahir.

Saat mengklarifikasi bahwa pernyataan CB tidak benar, Clairmont justru mendapat tawaran mengejutkan dari pihak influencer tersebut.

Baca juga: Tak Kapok Dihujat Usai Palembang, Willie Salim Masak 4,5 Ton Ikan di Bengkulu, Sikap Warga Disorot

Baca juga: Elly Sugigi Bongkar 1 Rahasia Ridwan Kamil dan Lisa Mariana yang Lama Tersimpan, Akhirnya Kuak Fakta

"Saat kami menyampaikan pada influencer tersebut bahwa beritanya bohong, influencer tersebut merasa bersalah," ujar Susana.

Namun, permintaan maaf itu tak datang tanpa syarat. CB menawarkan bantuan untuk memulihkan reputasi Clairmont, tetapi dengan harga tinggi.

"Dan untuk koreksi situasi ini nanti saya kasih bantuan untuk memulihkan nama baik Clairmont. Kita happy dong," lanjutnya menirukan ucapan CB.

Ternyata, bantuan itu memiliki harga yang fantastis. 

"Tapi setelah itu kami dapat penawaran untuk consultant fee Rp 600 juta dengan diskon Rp 350 juta," ungkapnya.

Clairmont kemudian melakukan investigasi internal dan menemukan fakta mengejutkan.

Orang yang mengirimkan nastar tersebut bukanlah karyawan Clairmont, melainkan mantan pegawai vendor Clairmont yang telah dipecat karena kasus fraud.

"R itu menulis bahwa dia karyawan Clairmont, padahal bukan. R ini adalah karyawan vendor Clairmont," kata Susana.

Fakta ini semakin memperjelas bahwa tuduhan terhadap Clairmont tidak memiliki dasar yang kuat.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved