Berita Tapin
PMI Tapin Pasok Darah ke Banjarbaru, RS Ulin Perlu 2.000 Kantong Per Bulan
Diketahui banyak daerah kesulitan pasokan darah untuk pasien rumah sakit, stok darah di Kabupaten Tapin dipastikan aman.
BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Saat banyak daerah kesulitan pasokan darah untuk pasien rumah sakit, stok darah di Kabupaten Tapin dipastikan aman. Hal ini disampaikan Kepala Palang Merah Indonesia (PMI) Tapin Dwi Suryanto saat ditemui di Kota Rantau, Senin (7/4).
Keamanan stok tak lepas dari peran grup pendonor sukarela yang aktif dan siap kapan saja saat diperlukan.
“Setiap hari kami membagikan informasi stok darah di grup. Alhamdulillah, berkat semangat para pendonor, kebutuhan darah bisa terpenuhi. Jika ada kekosongan, insya Allah dalam 12 jam bisa terpenuhi,” ujar Dwi.
Demikian pula saat Ramadan. Hal ini karena PMI Tapin menggelar kegiatan donor darah bertajuk Berkah Ramadan. Hal ini untuk menjaga stok minimal yakni 5-10 kantong untuk setiap golongan darah.
Kepala Unit Pengelola Darah (UPD) Sugiannor, Senin, membenarkan stok darah cukup. “Golongan A ada sembilan kantong, B empat kantong, O 29 kantong, dan AB tiga kantong,” terang Sugiannor.
Baca juga: PMI Sebar Pesan WA ke Pendonor Aktif, Sejumlah Daerah di Kalsel Krisis Darah
Baca juga: Kedapatan Curi Sepeda Motor di Bengkel Banjarbaru, Pria Ini Nyaris Diamuk Warga
Dalam kondisi stok minim, menurut Sugiannor, keluarga pasien akan terlebih dahulu dihubungi untuk mencari pendonor. “Kalau tidak dapat maka PMI siap bergerak,” jelasnya.
Persoalan justru terjadi saat pendonor banyak seperti saat peringatan hari besar atau kegiatan sosial perusahaan. Sugiannor mengatakan kemampuan penyimpanan UPD terbatas.
Bahkan, belum lama ini, hampir 30 kantong darah berpotensi kedaluwarsa.
“Itu terjadi karena sumbangan massal dari beberapa perusahaan saat perayaan tahunan. Akhirnya sebagian darah kami pasok ke rumah sakit di Banjarbaru agar bisa dimanfaatkan,” jelasnya.
Wadah penyimpanan darah di RSUD Datu Sanggul hanya mampu menampung 200 kantong, dengan masa simpan 30–35 hari. Jika listrik padam, waktu penyimpanan bisa terpotong 1–2 hari untuk menjaga kualitas darah.
Kebutuhan darah tertinggi berasal dari pasien penyakit dalam dan mereka yang menjalani cuci darah (hemodialisis), termasuk penderita talasemia. Di sisi lain, kebutuhan darah segar, seperti trombosit, masih jadi tantangan karena harus segera digunakan dalam 6–12 jam pasca donasi.
“Kalau untuk trombosit, kita harus siapkan pendonor segera. Tidak bisa dari stok biasa,” katanya.
Baca juga: Setahun Tiga Kali Serangan Buaya di Batakan-Tanjungdewa Tala, Petugas Disarankan Gunakan Alat Ini
Baca juga: Hari Ini, Penyidik Limpahkan Berkas dan Barang Bukti Pembunuhan Jurnalis Juwita Banjarbaru
Sementara, krisis stok darah turut dirasakan dua rumah sakit besar di Banjarmasin, yakni RSUD Ulin dan RSUD Moch Ansari Saleh.
Minimnya persediaan darah selama libur panjang lebaran membuat pelayanan transfusi darah di rumah sakit menjadi semakin bergantung pada pasokan dari PMI dan peran serta keluarga pasien.
Direktur RSUD Ulin Diauddin mengatakan rumah sakit terbesar di Kalsel ini tidak mengelola darah sendiri dan sangat terdampak jika terjadi kekosongan stok di PMI.
| Sungai Terantang di Tapin Selatan Meluap, Jalan dan Permukiman Warga Terendam |
|
|---|
| Kebakaran Hanguskan Lantai Dua Rumah Warga di Tapin Selatan, Api Sempat Berkobar Hebat |
|
|---|
| Tangis Haru Warnai Seleksi Akhir Paskibraka Tapin 2026, Impian Sebagian Peserta Harus Tertunda |
|
|---|
| Seleksi Paskibraka Tapin 2026 Tuntas, 47 Peserta Masuk Karantina |
|
|---|
| Bupati Tapin Hadiri Peresmian Dermaga Pasar Terapung di TMII, Promosikan UMKM Khas Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/donor-darah-di-Tapin-digelar-PMI-Tapin-di-setiap-kecamatan.jpg)