Mom and Kids

Bekali Pendidikan Agama Sejak Dini

Seiring bertambahnya usia anak maka pendidikan agama akan membentuk karakter dan pola perilaku sehingga mampu terhindar dari berbagai risiko.

Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin Post
Kakak-adik, Queen dan Hani 

Pendidikan agama merupakan suatu pengetahuan yang perlu diberikan sedini mungkin kepada anak untuk bekal menghadapi kehidupan yang penuh berbagai tantangan di masa depan.

Ya, seiring bertambahnya usia anak maka pendidikan agama akan membentuk karakter dan pola perilaku sehingga mampu terhindar dari berbagai risiko dalam pergaulan.

Dody dan Sri, warga Banjarmasin yang memiliki tiga anak yang dua di antaranya perempuan, menyadari pentingnya pendidikan agama tersebut dan mereka juga bersyukur hal itu juga diterapkan di sekolah anak mereka.

"Alhamdulillah karena mereka belajar di sekolah ber-basis agama Islam, maka sejak kelas satu sudah ada mendapat pelajaran di sekolah," katanya.

Anak kedua yaitu Queen Zamzami, kelahiran Banjarmasin 28 Agustus 2015 dan anak ketiga Sri Hanifah An Najmi kelahiran Banjarmasin 10 Oktober 2016 bersekolah di SDIT Al Firdaus Banjarmasin.

Saat ini Queen duduk di kelas tiga dan Hani di kelas dua. Pelajaran mereka terima termasuk tentang hubungan dengan orang lawan jenis, contohnya anak perempuan tidak boleh dipegang anak lelaki termasuk pula oleh lelaki dewasa.

Queen dan Hani juga sudah mengetahui bahwa seiring perkembangan usia mereka semakin mengerti dalam pergaulan dan bisa membatasi diri walaupun jauh dimata orang tua.

Adapun di rumah, anak-anak juga diajarkan seputar aktifitas sehari-hari contohnya saat  anak mandi, dijelaskan bahwa yang boleh melihat itu hanya orangtua. 

Dengan adanya pendidikan agama tentunya dapat membentengi anak di era digital yang rawan terakses media atau aplikasi tak senonoh.

Jadi, kemampuan edukasi pada anak sangat dibutuhkan bagi setiap orangtua mauoun pendidik dalam memberikan parenting kepada anak, mengingat zaman  selalu berkembang di era digital seperti ini. Hal tersebut juga dapat memberikan manfaat dalam persiapan dimasa pubertas anak.

Pada prinsipnya pendidikan yang diberikan kepada anak memerlukan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik usia, kematangan psikologi serta intelektualnya. 

Pada anak usia dini, pendidikan  diberikan untuk memahami rasa ingin tahu anak, memberikan penjelasan sesuai dengan kemampuan kognitif, memberikan tanggapan dengan jujur dan bersikap proporsional, serta dapat diintegrasikan dengan pembelajaran lainnya. 

Dalam keseharian, menurut Sri, anaknya yang bungsu, Hani, lebih suka bertanya dan suka bercerita. Sementara anak kedua, Queen, adalah pembelajar namun agak pendiam.

"Karena Queen pembelajar, makanya dia akan sedih jika nilai mata pelajaran ada yang kurang, padahal kami sebagai orangtua tidak menuntut nilai tinggi," ungkap Sri.

Suatu hari, pernah Queen saat pulang sekolah langsung minta maaf kepada ibunya karena ulangannya ada yang cuma dapat nilai 85.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved