Berita Tabalong

Video Pasien Protes Layanan Rumah Sakit di Tabalong Beredar di Medsos, Plt Dirut RSHBK Buka Suara

Ini kata Plt Direktur RSHBK, Setyawan Andri Wibowo Sabtu (12/4/2025) sore mengenai adanya video pasien yang protes pelayanan

Penulis: Dony Usman | Editor: Irfani Rahman
Banjarmasinpost.co.id/donny usman
RSUD H BADARUDDIN KASIM - RSUD H Badaruddin Kasim yang merupakan milik Pemerintah Kabupaten Tabalong.Sempat dikeluhkan satu pasien dan viral di medsos 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG-Beberapa platform media sosial (medsos) di Tabalong, sempat diramaikan beredarnya video berisi protes seorang pasien yang merasa tidak dilayani saat akan berobat di RSUD H Badaruddin Kasim (RSHBK), Sabtu (12//4/2025).

Dalam video berdurasi sekitar 32 detik tersebut nampak seorang pria yang direkam orang berbeda dengan nada tinggi menyampaikan bila dirinya yang datang sejak subuh untuk berobat di RSHBK tapi malah tidak dilayani.

Bahkan dirinya yang dalam video menunjukkan sedang berada dalam antrean  dengan lantang meminta Bupati Tabalong untuk turun langsung menangani persoalan yang dihadapi.

Plt Direktur RSHBK, Setyawan Andri Wibowo, yang dikonfirmasi, Sabtu (12/4/2025) sore, membenarkan, lokasi dalam video beredar memang terjadi di RSHBK.

Terhadap persoalan yang terekam dalam vidoe tersebut juga langsung pihaknya tindaklanjuti dengan melakukan komunikasi baik ke karyawan maupun pasien yang ada di dalam video.

Baca juga: Lolos Seleksi, 30 Pemain Terpilih Ikuti Pemusatan Latihan Tim Sepakbola Tabalong ke Ajang Porprov

Baca juga: Gerebek Rumah Diduga Penyuplai Sabu, Satresnarkoba Polres Tabalong Ringkus Dua Pria

Untuk pasien yang ada di dalam video, pihaknya malahan secara khusus menyambangi langsung ke kediaman pasien tersebut yang berada di Kecamatan Tanjung.

Dari tindak lanjut yang dilakukan itulah  akhirnya dapat diketahui penyebab munculnya persoalan hingga videonya beredar karena adanya miskomunikasi.

"Tadi pagi itu ada kendala miskomunikasi antara karyawan di rumah sakit dengan masyarakat atau pasien yang datang ke rumah sakit," kata Wawan.

Diceritakannya, awalnya mulai pagi sekitar pukul 06.00 Wita masyarakat sudah ada datang ke RSHBK dan kondisi memang membludak karena baru saja libur panjang lebaran.

Selanjutnya, pada sekitar pukul 07.00 Wita pintu layanan poliklinik dibuka karyawan dan  masyarakat langsung mendatangi meja customer service dan kepada masyarakat dijelaskan bagaimana terkait pelayanan.

"Di sana itu tadi ada miskomunikasi terjadi. Ini setelah kami lakukan komunikasi lagi ke karyawan dan ke pasien yang tadi kami datangi langsung ke rumahnya," ujar Wawan.

Dimana diketahui pada sekitar pukul 07.30 Wita, pada saat pengambilan nomor antrean, pasien tersebut sedang mengurus dua antrian.

Pertama, pasien tersebut mengante untuk dirinya sendiri yang akan berobat ke poli penyakit dalam dan dapat terlayani dengan lancar.

Sedangkan yang kedua, pasien itu juga mengantrekan untuk istrinya yang akan berobat ke poli saraf dan di sini yang terjadi miskomunikasi.

Miskomunikasi terjadi setelah karyawan menjelaskan adanya ketentuan dari BPJS terkait lama pelayanan untuk setiap pasien.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved