Book Lover

Rahmawati Menjelajahi Dunia Lewat Buku

Rahmawati yang juga penulis buku Ramadhan, Lentera Harapan, juga gemar membaca tentang agama atau religi.

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin Post
Rahmawati, Duta Baca Balangan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Setiap langkah kecil dengan hati yang besar akan membawa perubahan. Proses tidak selamanya baik, tapi ada hal baik yang bisa dipelajari dari proses itu sendiri. Teruslah berdaya dan berdampak positif. 

Kalimat di atas adalah moto Rahmawati sang Duta Baca Kabupaten Balangan 2025. Ia sangat menyukai bahan bacaan yang memberi wawasan mendalam, mulai dari pengetahuan dunia yang membuka pandangan tentang berbagai budaya dan peradaban, hingga topik politik yang mengasah pemahaman tentang dinamika kekuasaan dan masyarakat. 

"Selain itu, bacaan tentang isu sosial maupun kepribadian menarik hati saya karena erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari dalam mengubah mindset kita dan cara kita membangun harmoni di tengah perbedaan," kata gadis kelahiran Bakungan, 29 Maret 2007 ini.  

Rahmawati yang juga penulis buku Ramadhan, Lentera Harapan, juga gemar membaca tentang agama atau religi, yang memberikan refleksi mendalam dan ketenangan jiwa.  

Sejak usia 15 tahun Rahmawati mulai produktif membaca. Di usia itu, membaca menjadi caranya untuk menjelajahi dunia, memperluas wawasan, dan menemukan inspirasi.  

"Saya biasanya membaca buku saat ada waktu luang dan saya menerapkan aturan untuk sehari minimal membaca buku satu halaman," tukasnya.

Dalam membaca buku, ia tidak menargetkan waktu. Namun dalam satu hari pasti ada satu buku yang ia baca, entah itu 1-10 lembar per harinya. Saya lebih menerapkan konsistensi daripada lamanya waktu membaca.  

"Membaca itu seperti membuka pintu menuju dunia baru yang penuh ketenangan dan kedamaian," kata siswi kelas 12 MAN 4 Balangan ini.

Setiap halaman memberikan pelarian sejenak dari rutinitas sehari-hari. Paling berkesan, membaca adalah cara untuk melatih pikiran menjadi lebih bijaksana. 

"Saat menghadapi masalah, saya mampu melihatnya dari berbagai sudut pandang, menjadi lebih tenang dalam menyikapinya, dan memahami langkah terbaik yang perlu diambil," katanya.

Selain itu, membaca meningkatkan produktivitas dalam keseharian. Buku adalah sahabat setia yang selalu hadir, memberikan inspirasi dan memunculkan pemikiran baru yang menginspirasi.  

Adapun koleksi dimiliki antara lain berjudul Mindset karya Carol S Dweck PhD, Seni Merayu Tuhan karya Husein Ja'far Al-Hadar, Berani Tidak Disukai, The Power of Jalur Langit karya Fairuz A Rafiq, dan Self Healing with Qur'an karya Ummu Kalsum IQT.

Kemudian buku The Power Habits of Rasulullah karya Umi Dilla, The Alpha Muslimah karya Ummu Kalsum IQT, Kamu Tenang Kamu Menang karya Astrid Savitri, Attitude is Everything karya Jeff Keller, Deep Talk with Allah karya Aqwam, dan novel Ketika Kemenangan jadi Kenangan karya Zetta Saja.

"Menurut saya, setiap buku memiliki kesan dan nilai yang unik. Semua buku yang saya baca memberikan pengalaman dan pelajaran yang berharga, masing-masing istimewa dengan caranya sendiri. Namun, jika berbicara tentang buku yang memengaruhi prospek kehidupan, Mindset adalah salah satu yang sangat berkesan," tukasnya.

Buku ini mengungkapkan konsep mendalam tentang pola pikir yang berpengaruh pada kesuksesan dan perkembangan pribadi. 

Dalam buku ini, penulis menjelaskan bagaimana perbedaan antara growth mindset (pola pikir berkembang) dan fixed mindset (pola pikir tetap) bisa membentuk cara kita menghadapi tantangan, mengambil keputusan, dan meraih tujuan hidup.

Supaya betah membaca, menurut Rahmawati mulailah dengan buku yang sesuai dengan minat atau passion.

"Cuma perlu satu buku untuk jatuh cinta pada membaca. Dalam artian, pesan ini mengajak kita untuk menemukan buku yang benar-benar sesuai dengan minat kita," katanya.

Baca dengan porsi kecil agar tidak merasa terbebani. Dengan konsistensi, kebiasaan membaca ini akan tumbuh dan menjadi bagian alami dari rutinitas.  

"Gabungkan kebiasaan membaca dengan aktivitas lain, misalnya membaca sambil menikmati teh atau makanan favorit," tukasnya.

Diskusikan isi buku atau membaca bersama dengan teman atau komunitas membaca. Berikan jeda untuk merenungkan isi buku setelah membaca beberapa halaman.  

Atur target membaca mingguan atau bulanan untuk memotivasi diri. Cari tempat dengan suasana yang berbeda seperti taman atau kafe.  

Temukan penulis favorit yang selalu membuat kamu ingin membaca.  Visualisasikan cerita dalam imajinasi agar terasa lebih hidup.  

"Nikmati prosesnya. Ingat bahwa membaca adalah perjalanan, bukan perlombaan," pungkasnya. (Salmah saurin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved