Komunitas
Komunitas Giat Mengatasi Bullying
Komunitas Kita Korban Bullying didirikan pada 2021. Strukturnya dinamis, disusun dan disesuaikan dengan kebutuhan.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Perundungan atau bullying bukan persoalan sepele, sebab dampaknya buruk bagi korbannya. Dan komunitas ini peduli dengan sesama dan giat mengatasi bullying.
Ali Wafa, Co Founder komunitas Kita Korban Bullying. Komunitas ini didirikan pada 2021. Strukturnya dinamis, disusun dan disesuaikan dengan kebutuhan.
"Ada tiga bidang utama yang menjadi core, yaitu RnD, Project Officer (field), Media and Creative," ujarnya.
Tujuan komunitas ini mengeradikasi bullying di Indonesia. Visinya adalah mengoptimalisasikan talenta pemuda-pemudi lewat ekosistem Anti-Bullying.
Misinya, pertama adalah membentuk peer-support group baik berupa PIK-R, mitra OSIS-MPK, atau Duta Anti Bullying Sekolah. "Selain itu, kedua, mengurangi angka kasus perundungan di seluruh Indonesia," kata Ali.
Misi ketiga, mencapai status quo pendidikan bebas perundungan lewat deklarasi nasional Anti Bullying.
Anggota sebagian besar pelajar dan mahasiswa. Adapula berasal dari organisator, akademisi, politikus, hingga pebisnis.
"Program kerja jangka pendek adalah roadshow dan pengembangan inovasi edukasi baik lewat promosi sosial media atau sekolah. Biasanya waktu MPLS atau PKKMB," katanya.
Program kerja jangka panjangnya adalah monitoring dan evaluasi model ekosistem anti bullying di setiap sekolah.
"Banyak kegiatan yang saat ini sudah terlaksana, mulai dari digital campaign, roadshow, hingga terakhir deklarasi anti bullying di FIA UI," kata Ali.
Adapun rencana lanjutan kegiatan yang akan dilaksanakan adalah kolaborasi antara inisiator anti bullying di sekolah bersama dengan komunitas Sekolah Pejuang.
Kegiatan region Kalsel dominan terpusat di Banjarbaru dan Banjarmasin. Sedangkan region Jabodetabek terpusat di Depok (UI).
"Bagi yang ingin bergabung, kami sangat terbuka dengan ajakan kolaborasi, tidak ada syarat khusus yang penting concern terhadap tujuan, visi, misi," katanya.
Menurut Ali, banyak keuntungan yang didapatkan dari bergabung di komunitas ini antara lain engagement atau branding.
"Experience, relasi atau koneksi, dan tentunya ilmu pengetahuan/gagasan serta prestasi," jelas Ali.
Lebih lanjut, sambung Ali, teman-teman bisa cek ke instagram @kitakorbanbullying. Selain akun sosial media dan program, luarannya adalah buku dan bisa didapatkan di e-commerce.(salmah saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Komunitas-anti-bully.jpg)