Mom and Kids
Mengenali Karakter Anak Bungsu Perempuan
Menurut Maulida pengalaman baru merawat anak perempuan, karena jelas berbeda karakter anak sebelumnya yang notebene keduanya lelaki.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Punya anak lelaki dan perempuan adalah idaman setiap keluarga. Lengkap rasanya anugerah yang diberikan Allah SWT kepada kita. Tinggal bagaimana kita memelihara dan membesarkannya menjadi anak yang saleh dan salehah.
Sebagaimana Maulida dan Adit, suami istri warga Cempaka Raya, Banjarmasin Barat, yang punya tiga keturunan yakni dua lelaki dan satu perempuan yang bungsu.
Si sulung Raka, berusia empat tahun, nomor dua Alingga berusia dua tahun dan si bungsu Aghnia Dara Kaluna baru lahir pada 6 Maret atau bulan suci Ramadan saat ini berusia sekitar dua bulan.
"Alhamdulillah hamil yang ketiga sangat berharap diberi anugerah anak perempuan dan alhamdulilah diberikan keturunan sesuai harapan," kata Maulida.
Menurutnya ini pengalaman baru merawat anak perempuan, karena jelas berbeda karakter anak sebelumnya yang notebene keduanya lelaki.
"Kakak-kakaknya karena lelaki maka sangat banyak tingkahnya sejak bayi, sedangkan adiknya ini agak kalem," ungkapnya.
Meskipun anaknya masih kecil-kecil yang tentu saja perlu tenaga ekstra untuk merawat ketiganya, namun bagi Maulida menjadi kesenangan tersendiri.
"Capek tapi senang. Sebagai ibu kita seperti dijaga oleh para malaikat kecil yang memberikan hiburan tersendiri di rumah," katanya.
Maulida juga bersyukur dua anak lelakinya memahami kehadiran si bungsu sehingga mereka tidak cemburu ketika perhatian ibunya lebih dominan pada gadis kecil tersebut.
"Mereka selalu diberi pemahaman bagaimana memperlakukan adiknya, walau awalnya saat gemas terhadap si adik, kakaknya mencubit, tapi sekarang cukup mencium dengan lembut," kata Maulida.
Si sulung juga sudah bisa membantu ibunya untuk pekerjaan ringan, macam mengambilkan botol susu dan baju bersih untuk adiknya.
Sesekali kakak-kakaknya diajarkan tata cara menggendong adiknya walau sebenarnya belum dibolehkan namun sekedar untuk pengetahuan bagi mereka.
Kakak-kakaknya juga diajak membelai adik, dan bercakap-cakap dengan adik untuk mempererat ikatan emosional.
Mendidik anak merupakan suatu tantangan yang tidak mudah bagi setiap orangtua yang mendampingi perkembangan anak dari masa ke masa. Mulai dari bayi, masa kanak-kanak, masa remaja, hingga dewasa.
Tentu hal ini tidak lepas dari setiap masalah yang dihadapi anak selama masa hidupnya. Apalagi seperti Maulida yang memiliki lebih dari satu anak, tentu dituntut untuk bersikap adil kepada semua anak agar tidak ada kesenjangan di antara mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Maulida-dan-anak-bungsunya.jpg)