Berita Nasional

Keracunan Program Makan Bergizi Gratis di 10 Provinsi, Ini Hasil Temuan Terbaru BPOM 

Keracunan program makan bergizi (MBG) gratis di 10 provinsi, ini temuan terbaru Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Editor: Edi Nugroho
KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf
KERACUNAN MBG - Ilustrasi, Menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (6/1/2025). Kasus keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terjadi di 10 provinsi di Indonesia.  

BANJARMASINPOST.CO.ID - Keracunan program makan bergizi  gratis (MBG) di 10 provinsi, ini temuan terbaru Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sampai saat ini, BPOM mencatat ada 17 kejadian luar biasa keracunan makanan di 10 provinsi di Indonesia yang berkaitan dengan program MBG.

Kejadian luar biasa keracunan pangan pada program MBG 2025.

Menurut data yang kami miliki bahwa ada 17 kejadian luar biasa keracunan pangan terkait dengan MBG di 10 provinsi yang teridentifikasi.

Baca juga: Simpan Sabu di Jaket, Pria Asal Palangkaraya Kalteng Ini Diamankan Polsek Banjarbaru Utara

Baca juga: 5 Rekomendasi Hotel Terbaik di Banjarmasin yang Nyaman, Strategis, dan Terpercaya

Kasus keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terjadi di 10 provinsi di Indonesia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun bergerak untuk mencari tahu penyebab keracunan yang dialami pada siswa usai mengkonsumsi makanan dari MBG.

Dari hasil pemeriksaan BPOM, penyebab keracunan salah satunya olahan makanan MBG telah terkontaminasi.

“Kontaminasi yang terlihat yaitu ada kontaminasi awal pangan, dengan sumber kontaminasi bahan mentah lingkungan pengelola, penjamin, dan kita belajar dari kondisi kejadian ini supaya berikutnya tidak terjadi lagi,” ujar Kepala BPOM, Taruna Ikrar, dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Kamis (15/5/2025).

Selain itu, Ikrar juga mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan adanya perkembangan bakteri akibat proses penyimpanan dan pengelolaan bahan pangan untuk MBG.

“Kita juga mendapatkan pertumbuhan dan perkembangan akan bakteri seperti suhu, kondisi makanan, proses,” kata Ikrar.

“Contohnya ada beberapa makanan dimasak terlalu cepat sehingga lambat distribusikan sehingga menimbulkan kejadian luar biasa pada anak-anak kita,” sambungnya.

Oleh karena itu, BPOM akan mengevaluasi dan memperbaiki standar operasional prosedur (SOP) di sejumlah dapur-dapur pengolahan MBG, agar kejadian serupa tak lagi terulang.

“Nah ini perlu kami jelaskan karena sebagian mungkin dapurnya itu perlu dievaluasi perlu diperbaiki. Badan POM berkomitmen untuk memberikan pendampingan pada petugas khususnya yang berhubungan dengan dapur,” ungkap Ikrar.

Adapun sampai saat ini, BPOM mencatat ada 17 kejadian luar biasa keracunan makanan di 10 provinsi di Indonesia yang berkaitan dengan program MBG.

“Kejadian luar biasa keracunan pangan pada program MBG 2025, menurut data yang kami miliki bahwa ada 17 kejadian luar biasa keracunan pangan terkait dengan MBG di 10 provinsi yang teridentifikasi,” jelas Ikrar.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved