BTALK
Evaluasi Penambangan di Geopark Meratus
“Tragedi” Raja Ampat harus dijadikan alarm keras untuk juga menjaga kelestarian Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan
Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID - Keberadaan tambang nikel di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, mengancam kelestarian alam yang memesona dunia. Tak sekadar destinasi wisata, Raja Ampat adalah simbol kekayaan hayati dan warisan budaya yang tidak ternilai.
“Tragedi” Raja Ampat tidak cukup ditangisi sebagai bentuk keprihatinan, namun harus dijadikan alarm keras untuk juga menjaga kelestarian Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan. Jangan sampai alam terus menjerit di tengah maraknya aksi penambangan.
“Apabila lokasi kegiatan ekstraksi berada di kawasan inti Geopark Meratus, harusnya dievaluasi lagi karena sebenarnya harus steril,” kata pengamat lingkungan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Dr Eng Akbar Rahman ST MT dalam Program B-Talk Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Rabu (11/6).
Perbincangan yang dipandu Jurnalis Rahmadhani ini ditayangkan di akun YouTube Banjarmasin Post News Video, Facebook BPost Online dan Instagram @banjarmasinpost. Berikut petikannya:
Geopark Meratus sudah resmi diakui secara global, bagaimana menurut anda ?
Tentunya kita patut gembira karena Geopark Meratus diakui oleh UNESCO hingga menjadi salah satu dari 122 geopark internasional.
Geopark adalah warisan alam yang sudah berusia puluhan bahkan ratusan juta tahun sehingga ini harta yang sangat bernilai bagi Kalsel.
Ada tiga pilar dalam Geopark Meratus sehingga diakui internasional, yakni peninggalan geologi, keanekaragaman hayati dan kehidupan manusianya.
Apa yang menjadi keunggulan setelah diakui secara internasional ?
Ada beberapa hal, salah satunya menjadi geowisata, kemudian edukasi baik itu pengembangan pengetahuan atau kegiatan penelitian. Sehingga tidak hanya masyarakat lokal yang datang, tapi masyarakat internasional.
Tidak hanya berwisata tapi juga bisa belajar. Apalagi ada 74 geosite.
Setelah mendapat pengakuan internasional, tentu ada tantangannya. Apa saja ?
Sertifikat pengakuan yang baru saja didapat di Paris itu hanyalah awal. Harus ada langkah yang dilakukan Pemprov Kalsel dan pemerintah sembilan kabupaten yang masuk geopark.
Tantangannya seperti harus menjaga alam. Masyarakat Meratus juga harus bisa merasakan dampak positifnya, bahkan bisa mengangkat perekonomian mereka.
Masyarakat lokal juga perlu diberi pemahaman betapa pentingnya alam mereka. Agar mereka tidak menjadi opurtunis misalnya dengan mudah menjual lahannya sehingga dijadikan kegiatan ekstraksi yang bisa merusak alam.
Tantangan lainnya terkait kegiatan ekstraksi seperti pertambangan maupun perkebunan.
| Strategi ‘Menteri Kesehatan & Keuangan Rumah Tangga’ Menghadapi Krisis Global |
|
|---|
| Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik Banjar Raya, Libatkan 3 Pemerintah Daerah |
|
|---|
| Mengintip Peran Steward 'Melayani' Penonton dalam Pertandingan di Stadion 17 Mei Banjarmasin |
|
|---|
| Tiket Pesawat ke Banjarmasin Langka dan Mahal, Begini Penjelasan GM Angkasa Pura |
|
|---|
| Lika-liku Pemilihan Ketua KONI Kalsel, Siapa Nakhoda Baru Olahraga Banua? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Program-B-Talk-Banjarmasin-Post-Bicara-Apa-Saja-Rabu-116.jpg)