Berita HSS
Diselingi Tasmiyah Cucu, Haul ke-4 Guru Kapuh di HSS Dipadati Jemaah, Meluap Sampai ke Pasar Desa
Jemaah mengeliling makam Guru Kapuh di HSS, tidak hanya di kubah, jemaah juga memadati lapangan dan tenda-tenda di sekitar
Penulis: Adiyat Ikhsan | Editor: Rahmadhani
Pengamanan dan pengaturan juga dilakukan Polres HSS. Kapolres HSS AKBP Muhammad Yakin Rusdi menurunkan sekitar 100 personel. Kapolsek Simpur Ipda Joko Supriyanto juga tampak di lokasi.
Jemaah tidak hanya datang dari wilayah Kalimantan Selatan, tetapi juga dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah seperti Sampit. Mereka berdatangan sejak pagi.
Di area sekitar Pasar Kapuh, beberapa peserta haul mengisi lokasi yang disiapkan relawan untuk beristirahat. Namun, ada juga yang berada di area makam untuk ziarah terlebih dulu.
Seperti jemaah dari Gambut, Kabupaten Banjar, Raihan, yang berziarah pada Sabtu siang. Dia berangkat sendiri dari rumah menggunakan sepeda motor.
“Berangkat sekitar pukul 08.00 Wita, via jalur Marabahan-Margasari menuju Kalumpang. Perjalanan aman dan nyaman, meski sempat kehujanan di sekitar Kalumpang. Saya setiap tahun ikut haul Guru Kapuh,” katanya.
Jemaah asal Marabahan, Husni dan istri juga ziarah terlebih dahulu sebelum mengikuti haul. Mereka berangkat menggunakan sepeda motor.
Dikatakan Husni, ini menjadi pengalaman pertama baginya. “Tadi mengira tidak bisa masuk kubak. Ternyata diperbolehkan. Di dalam pun banyak jemaah lain yang sedang berziarah,” ungkapnya.
Selesai mengikuti haul, Husni melihat situasi dan kondisi, apakah langsung pulang atau menginap terlebih dahulu.
Setiap RT Hidangkan Menu Berbeda

Sedari Sabtu (28/6) pagi, jemaah haul ke-4 Tuan Guru H Muhammad Ridwan Baseri atau Guru Kapuh berdatangan ke lokasi makam di Desa Kapuh Kecamatan Simpur Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Mereka antara lain datang dari arah Kecamatan Kalumpang, baik menggunakan sepeda motor maupun mobil. Banyak pula dari mereka beristirahat di area jamuan gratis atau warung gratis di berbagai titik.
Jamuan disediakan oleh masyarakat di berbagai desa. Salah satunya di Desa Sirih, Kalumpang. Hampir setiap rukun tetangga (RT) bergotong royong memasak dengan menu yang beragam. Tidah hanya makan dan minum, ada pula berbagai jenis kue serta fasilitas istirahat.
Saat ibu-ibu menyiapkan menu, relawan mengatur arus lalu lintas dan menyambut kedatangan jemaah penuh kehangatan di area Masjid Nashuha.
Tokoh agama Desa Sirih, H Madian, mengatakan setiap tahun masyarakat membuka warung gratis. Tidak hanya saat Haul Guru Kapuh, begitu juga saat Haul Guru Sekumpul Martapura.
“Kami dari haul Guru Kapuh pertama sudah membuka. Fasilitas lengkap, baik tempat istirahat dan kesehatannya. Jemaah yang datang dari Banjarmasin, Kalteng, Batola dan sekitarnya yang melintas dari jalur Kalumpang disambut dengan nyaman dan pastinya gratis. Pilih menu banyak,” ungkapnya.
Dijelaskannya, jamuan gratis dibuka sampai Minggu (29/6) yang menjadi hari terakhir pelaksanaan haul.
Pangkalan Adi di Kandangan HSS Memperketat Syarat KTP, Penjualan Gas Melon Satu Harga Mulai 2026 |
![]() |
---|
Gerakan Pangan Murah di Daha Utara HSS, Habiskan Stok Beras Sampai 50 Kg |
![]() |
---|
Program Asli Bertani, Kini ASN di HSS Didorong Beli Beras Petani Lokal |
![]() |
---|
Berdiri di Atas Tanah Sendiri, Gedung KUA Kalumpang HSS Dibangun di Lokasi yang Baru |
![]() |
---|
PPPK HSS Formasi 2024 Tahap I Terima SK Pengangkatan, Syahrul Akui Tidak Menyangka |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.