Tribun Smart
Anita Tak Putus Asa Berusaha
Sebagai ibu rumahtangga yang mengurus tiga anak, Anita masih bisa mengelola beberapa usaha yang berjalan beriringan.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Sebab terbiasa bekerja sejak bujangan, maka saat harus resign karena menikah, wanita satu ini tak ingin semata menjadi istri, tapi ingin berkegiatan.
Sebagai ibu rumahtangga yang mengurus tiga anak, ternyata ia masih bisa mengelola beberapa usaha yang berjalan beriringan. "Jika latar belakang pendidikan dikaitkan dengan bisnis saya. Mungkin bertolak belakang," ujar warga Sungaimiai, Banjarmasin ini.
Ya, Anita sarjana S1 Bimbingan Konseling (BK) yang semestinya bekerja sebagai guru atau di bidang sumberdaya manusia.
Sebelumnya ia juga SMA di bidang pertanian di Banjarbaru. Semakin jauh dengan bisnis yang ia jalani ini.
"Saya dulunya juga pekerja, saya bekerja sebagai karyawati bank swasta nasional dengan tugas di bidang teller," papar wanita kelahiran 27 Oktober 1990 ini.
Namun setelah menikah ia resign pada 2019. Kemudian mengikuti suami, Thinton Suharto, yang bekerja sebagai anggota TNI ke tempat tugasnya di Rantau, Tapin.
"Karena semula terbiasa bekerja, tapi kemudian harus banyak di rumah, membuat saya bingung setelah urusan rumah selesai," tukasnya.
Lantas, Anita kembali ke Banjarmasin dan suami tetap di tempat tugas. Usaha pertama dilakoni adalah menjadi peternakan ayam baru kemudian melakoni beberapa usaha lainnya.
Anita buka usaha ternak ayam di Batibati. Sayangnya tak berjalan lama karena ada masalah internal. Usaha merugi karena pakan (makanan ternak) dijual oknum anak buah yang tidak jujur.
"Meski gagal, namun saya kembali membuka usaha berupa hijab printing. Jadi hijab yang desainnya bisa request dalam hal grafis," ungkapnya.
Konsumen bisa order hijab yang tercetak namanya. Bisa juga kalau mau ditambah gambar, warna dan motif lainnya.
Anita memang belum berpengalaman di bidang hijab ini tapi syukurnya produknya langsung diterima pasar.
Apalagi pada Covid-19 lalu orderan meningkat pesat yang dalam sehari bisa menerima order antara 100 sampai 200 lembar."Saya bangun outlet di Landasan Ulin, Banjarbaru yang dalam sebulan omsetnya mencapai Rp 30-50 juta," terangnya.
Seiring perubahan tren, diakunya sekarang order menurun, tapi ia tetap layani pemesanan. Setidaknya masih ada order dari sekolah-sekolah, organisasi maupun pribadi.
"Seiring itu saya juga membangun rumah vila, di dua lokasi di Banjarbaru, bernama Mecca Vila, yang dilengkapi kolam renang. Rumah ini disewakan untuk menginap dan banyak peminatnya, hingga akhir tahun banyak pemesanan," ujar Anita.
Sedangkan rumah di Banjarmasin yang ia tempati, juga membuka usaha berupa kios sembako.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Anita-Hijab.jpg)