Serambi Ummah
Tak Ingin Generasi Muda Buta Al-Qur’an
Hadriah SAg, aktif mengajak anak-anak, di lingkungan tempat tinggalnya untuk belajar salat dan membaca Alquran secara gratis
Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Rahmadhani
Kalau sejak kecil mereka sudah mengenal nilai-nilai agama, Insya Allah itu akan menjadi benteng yang kuat bagi mereka di masa depan.
Apakah ada inspirasi khusus yang menjadi landasan kegiatan ini?
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya”. Iya, saya terinspirasi dari sebuah hadis yang artinya ‘Sebaik-baiknya kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.’
Hadits ini diriwayatkan Imam Bukhari dan menunjukkan keutamaan belajar serta mengajarkan Al-Qur’an, yang merupakan amalan mulia dan membuat seorang muslim menjadi yang terbaik.
Dari hadis itu, saya merasa, mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak adalah sebuah amal yang sangat mulia.
Saya ingin menjadi bagian dari amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, bahkan setelah saya tiada.
Bagaimana Anda menyikapi perkembangan zaman dan teknologi saat ini, terutama bagi anak-anak?
Saya menyadari, zaman sekarang sangat berbeda dengan dulu. Anak-anak sekarang sudah terbiasa dengan gawai sejak usia dini.
Tapi, saya tidak bisa serta-merta melarang mereka menggunakan teknologi. Saya mencoba untuk tetap semangat mengajak mereka mengaji, meskipun mereka masih memegang ponsel.
Yang penting adalah ada pengawasan dan pengarahan, agar penggunaannya tidak berlebihan dan tetap dalam batas wajar.
Apa pesan Anda untuk generasi muda saat ini?
Pesan saya, pondasi utama dalam menjalani kehidupan di zaman sekarang adalah ilmu agama. Maka generasi muda harus diawali dengan belajar membaca Al-Qur’an.
Ketika seseorang sudah terbiasa membaca Al-Qur’an, maka hatinya akan lebih lembut dan perilakunya pun akan lebih terjaga.
Kalau salatnya tidak pernah tertinggal, Insya Allah mereka tidak akan mudah terjerumus dalam hal-hal yang negatif.
Kegiatan sederhana ini mungkin tidak terdengar luar biasa, tetapi dampaknya sangat besar bagi masa depan generasi muda.
| Ulama Idealnya Tidak Meminta, Ustadz H Abdul Hafiz Ungkap Rahasia Jaga Keikhlasan |
|
|---|
| Membantu Tak Harapkan Imbalan, Ustadz Hadi Purwanto Pegang Prinsip Pandai Bersyukur |
|
|---|
| Hukum Jasa Makelar dalam Islam, Ustadz Abdul Karim Ingatkan Syariat Jual Beli |
|
|---|
| LGBT Bukan Fitrah Manusia, Jelas Haram, Ustadz Zulkifli : Penyimpangan dan Dosa Besar |
|
|---|
| Hukum Biaya Tukar Uang, Ustadz Musthofal Fitri : Bedakan Nilai Tukar dan Upah Jasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Hadriah-Penyuluh-Agama-di-KUA-Banjarmasin-Selatan.jpg)