Serambi Ummah

Tak Ingin Generasi Muda Buta Al-Qur’an

Hadriah SAg, aktif mengajak anak-anak, di lingkungan tempat tinggalnya untuk belajar salat dan membaca Alquran secara gratis

Tayang:
Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Rahmadhani
Dokumen Pribadi untuk Banjarmasin Post
MENGAJAR - Hadriah, Penyuluh Agama di KUA Banjarmasin Selatan, yang aktif mengajak anak-anak, di lingkungan tempat tinggalnya untuk belajar salat dan membaca Alquran secara gratis 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Di tengah pesatnya arus perkembangan teknologi dan tantangan sosial di lingkungan masyarakat, masih ada sosok-sosok yang peduli terhadap pendidikan agama anak-anak.

Satu di antaranya adalah Hadriah SAg, seorang Penyuluh Agama di KUA Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Warga Kelurahan Basirih Selatan ini aktif mengajak anak-anak, di lingkungan tempat tinggalnya untuk belajar salat dan membaca Al-Qur’an secara gratis.

Apalagi, Hadriah tergerak untuk mengajarkan Ilmu Agama, khususnya Al-Qur’an bagi anak-anak tetangga dan sekitarnya yang kurang mampu.

Bagaimana perjuangan Hadriah agar ayat-ayat suci Al-Qur’an itu tetap terpatri di setiap insan, baik orangtua, dewasa maupun anak-anak. Bahkan menjadi pedoman hidup setiap umat Islam dalam menjalankan hidup dan kehidupan mendatang. Berikut petikan wawancaranya:

Baca juga: Jangan Ada Utang Usai Resepsi Pernikahan, Bisa Mengurangi Keberkahan

Baca juga: Nilai Al-Qur’an

Apa bentuk kiprah yang dilakukan selama ini?

Saya mengajak anak-anak di sekitar tempat tinggal untuk bersama belajar salat dan membaca Al-Qur’an.

Kegiatan seperti ini, saya lakukan secara rutin di rumah atau di tempat yang bisa dipakai bersama.

Satu tujuannya, anak-anak yang tidak punya akses ke lembaga pendidikan agama seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), tetap bisa mendapatkan ilmu dasar agama.

Apa alasan utama Anda melakukan kegiatan ini?

Saya melihat ada cukup banyak anak-anak di lingkungan saya yang sebenarnya ingin belajar mengaji, tetapi tidak mampu secara ekonomi untuk masuk ke TPA.

Dari situlah, saya tergerak untuk membantu mereka semampu saya, agar mereka tidak tertinggal dalam hal pendidikan agama.

Khususnya kemampuan membaca Al-Qur’an dan tata cara salat yang benar. Inilah yang membangkitkan saya untuk bisa mengajarkan apa yang saya ketahui.

Apa motivasi yang mendorong Anda untuk terus menjalankan kegiatan ini?

Saya ingin generasi muda di sekitar saya tidak buta aksara Al-Qur’an. Saya juga ingin mereka terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif seperti ngelem, narkoba, atau pergaulan bebas.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved