Tribun Smart

Irene Berani Mencoba Hal Baru

Bagi Irene menjadi wanita smart di era sekarang bukan sekadar soal gelar pendidikan atau prestasi karier semata. Karena makna cerdas itu lebih dalam.

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin Post
Irene Meuthia Putri, Public Relation Grand Qin Hotel Banjarbaru. 

Pengalaman begitu banyak dimiliki Irene. Aktif sebagai pembicara, MC, dan mantan presenter berita. Selain itu dia memiliki pengalaman profesional di bidang komunikasi, hukum, media, hospitality, dan organisasi.

Bagi perempuan bernama lengkap Irene Meuthia Putri, menjadi wanita smart di era sekarang bukan sekadar soal gelar pendidikan atau prestasi karier semata. Keduanya sangat penting, tetapi makna cerdas itu lebih dalam. 

"Menjadi smart berarti memiliki growth mindset, adaptif, kritis, namun tetap diimbangi dengan kelembutan," ujar Public Relation Grand Qin Hotel Banjarbaru ini.

Singkatnya, menurut sarjana hukum lulusan terbaik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) tahun 2019 ini, wanita smart itu tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga seimbang dengan kecerdasan emosional dan spiritual.

"Saya percaya kecerdasan, kemampuan dan identitas wanita tidak terbatas pada satu bidang, satu label atau satu kemampuan saja. Untuk saya pribadi, latar belakang hukum mengasah logika, analisis, dan berpikir cepat. Sedangkan dunia hospitality melatih komunikasi, empati, dan kreativitas," paparnya.

Irene juga masih belajar mengenai ilmu komunikasi untuk menjembatani segala hal yang ia pelajari, untuk berbagi dan dipahami. Semua hal ini saling melengkapi. Kemampuan intelektual, soft skills, dan passion dapat bersinergi untuk menciptakan value, tidak ada batasan untuk belajar hal baru. 

Warga Landasan Ulin, Banjarbaru ini merasa memiliki banyak ruang untuk belajar dan ingin terus bertumbuh dan memperluas zona nyaman karena ia tidak ingin dibatasi dengan satu bidang saja.

"Saya selalu berfokus pada kompetensi, kualitas kontribusi, dan kolaborasi. Apapun gendernya, semua bisa berkontribusi dan berkolaborasi dengan keunggulan masing-masing. Kepercayaan diri saya tumbuh dari proses belajar, komunikasi, dan keberanian untuk menyuarakan pendapat dengan secara rasional dan objektif. Kewibawaan hadir ketika kita berani, berintegritas, menjadi open minded, dan komunikasi yang asertif," bebernya.

Public speaking baginya sebagai jembatan antara pemikiran dan dampak. Kecerdasan perempuan seringkali membawa perspektif yang humanis dan solutif, namun tanpa kemampuan komunikasi publik, pesan itu bisa tenggelam. 

"Dengan public speaking, perempuan dapat menyuarakan isu, mempengaruhi kebijakan, menginspirasi generasi muda, dan mematahkan stereotip. Bagi saya, ini bukan sekadar keterampilan, tapi alat strategis untuk memberdayakan diri dan orang lain," alasan Irene.

Ia juga percaya perempuan bisa melakukan keduanya secara bersamaan sehingga kita tidak harus selalu memilih hanya satu peran saja. Keduanya dapat dijalani seimbang, dan saat ini sudah banyak wanita yang mampu melakukannya. 

"Definisi sukses setiap orang berbeda. Ada perempuan yang memilih fokus pada keluarga, ada yang fokus pada karier, ada juga yang menjalankan keduanya. Kuncinya adalah manajemen waktu, dukungan lingkungan, dan keberanian untuk menjalani hidup sesuai nilai dan tujuan pribadi," kata Irene.

Irene menerapkan dua prinsip; continuous learning atau terus belajar dan meng-upgrade skill, dan sustainable networking atau membangun jejaring lintas bidang. 

Saat ini, ia masih belajar untuk membangun  personal branding yang otentik. Karena reputasi itndibangun dari komunikasi dan integritas. Dengan begitu, meski berpindah bidang, kita tetap dikenal sebagai profesional yang kredibel.

Kepada generasi muda, saran Irene, dibanding keluar zona nyaman, perluaslah zona nyaman itu. Zona nyaman yang kecil memang terasa aman, tapi bertumbuh akan membuat kita lebih bebas dalam berkarya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved