Berita Banjarmasin
Warga Gang Kenari Raya Banjarmasin Protes Tempat Tinggalnya Banjir, Aliran Sungai Tertutup Proyek
Pasca hujan deras yang mengguyur Banjarmasin pada Selasa sore hingga malam (19/8), jalur masuk Gang Kenari Raya RT19 di Jalan
Penulis: Saiful Rahman | Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN-Pasca hujan deras yang mengguyur Banjarmasin pada Selasa sore hingga malam (19/8), jalur masuk Gang Kenari Raya RT19 di Jalan Veteran tampak terendam air, Rabu (20/8/2025) pagi.
Warga sekitar mengaku telah melakukan penyedotan, untuk mengurangi volume air. Ternyata genangan air bertahan hingga Rabu (20/8) pagi.
Beberapa pengendara yang melintas memilih untuk memutar arah menghindari genangan air yang dikhawatirkan dapat sebabkan kendaraan mogok.
Meski telah dilakukan penyedotan oleh masyarakat setempat, pagi hari air masih terlihat cukup tinggi menyentuh lutut orang dewasa.
Baca juga: Mabuk dan Kedapatan Bawa Sajam di SPBU, Pria di Banjarbaru Diamankan Petugas Polsek Cempaka
Baca juga: Cuaca Kalsel Hari ini Kamis 21 Agustus 2025: Tapin, HSS, HST hingga HSU Potensi Hujan Ringan
Menurut keterangan warga sekitar, bahwa gang Kenari Raya memang selalu tertutup air bila terjadi pasang sungai.
Dikeluhkannya, air tidak pernah setinggi ini dan selalu surut cepat mengikuti surutnya pasang sungai.
"Memang kalau air naik iya benar naik. Tapi selalu cepat surutnya meumpati sungai pang. Nah ini tinggi sekali sampai masuk musholla. Rumah Pak RW iya jua kena biasanya tidak setinggi ini," ucap Handayani Ketua RT19 saat ditemui.
Proyek revitalisasi Sungai Veteran yang sedang berjalan disinyalir menyebabkan aliran sungai menjadi terhambat, hingga membuat air tergenang ketika hujan lebat tiba.
"Dulu kaya itu ka, tapi yang ini kada oleh ditutupnya lawan siring yang diulah proyek (karena ditutup akibat proyek)," kata Riza warga RT19
Ketua RT19 dan Ketua RW02 di Gang Kenari, menjelaskan keluhan masyarakat akan genangan air yang terhambat akibat proyek yang berjalan. Warga menilai aliran sungai tertutup membuat genangan air lambat untuk surut.
"Aliran sungai itukan tertutup, memang ada yang telah dibuatkan salurannya itu tapi masih ada yang tertutup tanah itu, pian liati coba," ucap Ahmad Jamrani Ketua RW02
Melihat lokasi proyek, tampak beberapa titik aliran sungai telah dibukakan jalur menggunakan blok beton gorong-gorong. BNamun beberapa titik terlihat masih tertutup penuh oleh tanah. Warga khawatir bila hujan deras kembali tiba, genangan air malah semakin bertambah.
"Ini sudah masuk ke dalam rumah Pak, biasanya tidak pernah setinggi ini. Kami tak bisa bayangkan kalau nanti memasuki musim hujan, hari inikan belum musimnya yah, nanti di bulan September dan Oktober. Bagaimana kami," papar Jamrani.
Warga sekitar berharap agar pihak pekerja proyek memberikan solusi sementara proyek dikerjakan, demi menghindari kemungkinan banjir bila hujan tiba.
"Kami cuma mau solusinya, kami dukung itu proyek bagus itu, meskipun sungainya malah jadi sempit tapi okelah kami dukung. Tapi jangan lupakan solusi untuk masyarakat sekitar sini," tegas Jamrani.
Hujan susulan setelah waktu Dhuhur pada Rabu hingga sore 20 Agustus 2025 lalu menyebabkan volume air tetap bertahan dan semakin bertambah tinggi menambah kekhawatiran warga sekitar.
"Masih, kada turun-turun," ungkap Riza.(Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman)
| Pastikan Stabilitas Harga Jelang Natal-Tahun Baru, Satgas Pangan Polda Kalsel Turun ke Pasar |
|
|---|
| Mantan Kades Wiritasi Tanahbumbu Didakwa Korupsi Dana Desa Rp 657 Juta, Dipakai Untuk Bayar Rentenir |
|
|---|
| Nasib Ribuan Honorer di Banjarmasin Usai Gagal Jadi PPPK, Ini Kata BKD dan Disdik |
|
|---|
| Diare di Banjarmasin Tembus 8.671 Kasus, Dinkes Imbau Waspada Penurunan Kualitas Air di Musim Hujan |
|
|---|
| Hujan Deras Sebabkan Genangan di Kelurahan Tanjung Pagar Banjarmasin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/TERGENANG-AIR-Pasca-hujan-deras-yang-mengguyurd.jpg)