Opini Publik

Memaknai Spirit 1 Muharram

Salah satu peristiwa besar dalam sejarah perjalanan umat Islam adalah hijrahnya Nabi Muhammad Saw dari Mekkah ke Madinah

Editor: Hari Widodo
Dok BPost Cetak
Nanang Qosim, SPd.I, M.Pd Dosen Agama Islam Poltekkes Kemenkes Semarang. 

Oleh: Nanang Qosim, SPd.I, M.Pd Dosen Agama Islam Poltekkes Kemenkes Semarang

BANJARMASINPOST.CO.ID - MEMPERINGATI 1 Muharram/Sura menjadi sakralitas yang tidak bisa ditinggalkan oleh umat Islam, terutama di Indonesia.

Bersamaan dengan itu, kita perlu belajar dengan mengingat peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW. Salah satu peristiwa besar dalam sejarah perjalanan umat Islam adalah hijrahnya Nabi Muhammad Saw dari Mekkah ke Madinah.

Peristiwa tersebut menjadi tonggak kemajuan peradaban umat Islam. Karena itu, pantas kita mengambil spirit hijrah untuk direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kembali dalam konteks sejarah, pesatnya kemajuan Islam tidak lain pada saat nabi pindah ke Madinah. Bidang keagamaan, sosial, budaya dan politik pada saat itu sangat berkembang pesat.

Momen tersebut sangat bersejarah membuat khalifah Umar bin Khattab bersama sahabatnya menjadikan penanggalan Islam bermula dari saat hijrah nabi dari Mekkah ke Madinah.

Kesuksesan dakwah yang diniati dengan jihad fi sabilillah dengan berprinsip perjuangan kemanusiaan yang dilakukan nabi di Madinah menjadi hal yang tidak boleh dilupakan oleh umat Islam, dan umat manusia seluruh dunia.

Terutama, dalam menerapkan konsep masyarakat madani yang menjadi acuan utama dalam membangun masyarakat modern dewasa ini.

Kesuksesan nabi membangun masyarakat Madinah mendapat penghargaan luar biasa dari berbagai kalangan, agama-agama lain pun turut memberikan apresiasi atas dakwah yang disebarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Pelajaran Penting

Hijrah Nabi Muhammad SAW menjadi pelajaran penting di tengah gejolak persoalan bangsa yang tak banyak yang diselesaikan dengan baik.

Penting bila negara Indonesia belajar tentang kepemimpinan Nabi Muhammad dalam posisinya sebagai kepala negara di Madinah pada saat itu.

Kepimimpinannya menjadi perlu dijadikan kiblat utama untuk dijadikan bahan refleksi bagi kita semua dalam upaya turut serta menyelesaikan beragam problem yang menimpa bangsa dan negara tercinta ini, terutama masalah korupsi, kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan, dan konflik kekerasan yang mengatasnamakan agama yang hampir terjadi di mana-mana.

Permasalahan bangsa yang semakin akut sekarang ini jika dibiarkan, maka masa depan bangsa Indonesia bisa dalam bahaya, dan keutuhan bangsa dan negara terancam. Apalagi jika dilihat, kemajuan yang dicapai bangsa ini sangat rendah dan minim, terutama masalah politik.

Indonesia yang dikenal punya segalanya. Namun sayang, sumber daya alamnya masih hanya dinikmati segelintir orang. Ditambah lagi, masih adanya sekelompok orang yang mau membuat konsep negara baru, negara Islam (khilafah), yang ujung-ujungnya tidak jelas ke mana arah tujuanya. Namun yang jelas konsep tersebut telah mengkhiati perjuangan para pendiri bangsa ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved