Bawaslu Kalsel Goes to Campus

Bawaslu Kalsel Ajak Mahasiswa Jadi Pengawas Pilkada 2024

Komisioner Bawaslu Kalsel Thessa Aji Budiono saat acara Bawaslu Kalsel Youth Fest 2024 Goes to Campus mengajak mahasiswa jadi pengawas Pilkada 2024

Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki
Bawaslu Kalsel Youth Fest 2024 Goes to Campus di Auditorium Prof Idham Zarkasi FH ULM, Banjarmasin, Senin (19/8/2024). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Selain menjadi pengawas partisipatif, mahasiswa bisa terlibat secara langsung dalam proses Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada) Serentak 27 November 2024 di Kalimantan Selatan.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan membuka rekrutmen badan adhoc untuk bekerja di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Di KPU ada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), sedangkan dari Bawaslu yaitu Pengawas TPS (PTPS).

“Kawan-kawan saya kira bisa bergabung, daftarkan saja diri baik ke adhoc penyelenggara maupun pengawas,” kata Komisioner Bawaslu Kalsel Thessa Aji Budiono saat acara Bawaslu Kalsel Youth Fest 2024 Goes to Campus di Auditorium Prof Idham Zarkasi Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Senin (19/8).

Thessa meminta mahasiswa untuk terus memantau pengumuman rekrutmen PTPS melalui media sosial Bawaslu Kalsel.

Thessa juga meminta mahasiswa untuk melaporkan dugaan pelanggaran ke Bawaslu Kalsel. “Pengawas pemilu sudah ada sampai tingkat kelurahan dan desa, jadi silakan kawan-kawan mahasiswa lapor jika menemukan dugaan pelanggaran,” kata Thessa seraya menjamin identitas pelapor dirahasiakan.

Thessa pun mengingatkan agar mahasiswa tidak apatis dengan dunia politik. Soalnya setiap aktivitas yang dilakukan dalam kehidupan manusia tidak lepas dari politik.

“Hal sederhana saja di dunia kampus misalnya, terkait penetapan biaya perkuliahan kawan-kawan mahasiswa, itu hasil kebijakan politik,” kata Thessa di hadapan ratusan mahasiswa.

Oleh karena itu, menurut Thessa, seseorang yang apatis dengan politik sama dengan tidak peduli terhadap nasib bangsa dan dirinya sendiri.

“Ada orang berpikiran bahwa siapapun nanti pemimpin yang akan terpilih, nasib kita seperti ini saja. Ada pula berpikiran bahwa politik itu adalah sesuatu yang kotor, sehingga harus dijauhi. Dan dengan berbangga diri, menyatakan tidak ikut-ikutan dalam proses pemungutan kepala daerah. Padahal itu pemikiran yang kurang tepat,” ujar Thessa.

Bawaslu Kalsel Youth Fest Goes to Campus merupakan program untuk mendorong anak muda dan mahasiswa ikut aktif mencegah kecurangan dan pelanggaran.

 Sosialisasi bertema “Anak Muda Kawal Pilkada - Menumbuhkan Semangat Pengawasan Partisipatif di Kalangan Mahasiswa”, juga disiarkan langsung melalui streaming di kanal Youtube, Facebook, dan Instagram resmi Bpost.

Sosialisasi ini menghadirkan sejumlah narasumber. Selain Thessa, ada Wakil Dekan FH ULM Anang Shophan Tornado, Nur Amalia Fitri dari BEM FH ULM, Taufik Anwar dari BEM FISIP ULM, dan I Komang Sumarta dari STIE Indonesia Banjarmasin. Sesi diskusi dipandu Pemimpin Redaksi Banjarmasin Post Royan Naimi.

Dosen FH ULM Anang Shophan Tornado mengatakan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis proses demokrasi, termasuk Pilkada Serentak 2024.

“Mereka dapat memantau pemilu, melaporkan pelanggaran, serta mengadvokasi isu-isu penting,” kata Anang.

Anang menyebut, mahasiswa juga berperan sebagai inisiator gerakan sosial, pembela hak asasi, dan inovator dalam demokrasi digital. (msr)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved