Ekonomi dan Bisnis
BPS Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Begini Sasarannya
Pemerintah pusat berupaya meningkatkan perekonomian masyarakat dan ekonomi negara, yang salah satu upayanya adalah menyensus data dari pelaku usaha
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
Warung, pedagang keliling, kios pasar, bengkel rumahan, hingga usaha berbasis keluarga kerap tidak tercatat dalam sistem digital, tidak memiliki pencatatan elektronik, bahkan belum terdaftar dalam perizinan resmi.
Jika hanya mengandalkan big data, jutaan usaha ini tidak akan terdeteksi, padahal mereka merupakan penopang utama ekonomi nasional.
Sementara Sensus Ekonomi 2026 memastikan seluruh UMKM hingga besar, formal maupun informal-masuk dalam peta ekonomi Indonesia.
Selain tidak lengkap, big data juga bersifat parsial. Setiap sumber hanya menggambarkan satu sisi aktivitas ekonomi. Data transaksi digital tidak mencakup penjualan di toko fisik. Data perpajakan hanya merekam aktivitas wajib pajak terdaftar. Data perbankan tidak menjangkau usaha yang tidak memiliki rekening.
Karena itulah big data tidak dirancang untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai struktur ekonomi nasional. Sedangkan sensus ekonomi berbeda: sensus ini memang dibuat untuk menghasilkan potret utuh tentang jumlah usaha, tenaga kerja, kinerja usaha, struktur industri, hingga perbedaan kondisi antarwilayah.
Sensus Ekonomi 2026 bahkan akan menangkap dimensi ekonomi terkini seperti ekonomi digital, ekonomi kreatif, dan ekonomi lingkungan. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
| Hunian Hotel Bintang di Kalsel Turun, Hanya Mencapai 41,84 Persen |
|
|---|
| FUGO Hotel Beri Promo Last Minute dengan Diskon 10 Persen, Begini Rinciannya |
|
|---|
| Demo Trading: Cara Aman Belajar Forex Tanpa Modal Nyata |
|
|---|
| Travel Terpaksa Naikkan Biaya Umrah, Ini Deretan Penyebabnya |
|
|---|
| OJK Beri Sanksi Pinjol Tak Sesuai Aturan, Begini Pelanggarannnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Ahmad-Muzakir-Kepala-Bagian-Umum-BPS-Kalsel.jpg)