Ekonomi dan Bisnis

BPS Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Begini Sasarannya

Pemerintah pusat berupaya meningkatkan perekonomian masyarakat dan ekonomi negara, yang salah satu upayanya adalah menyensus data dari pelaku usaha

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
banjarmasinpost.co.id/Salmah
Ahmad Muzakir, Kepala Bagian Umum BPS Kalsel 

Warung, pedagang keliling, kios pasar, bengkel rumahan, hingga usaha berbasis keluarga kerap tidak tercatat dalam sistem digital, tidak memiliki pencatatan elektronik, bahkan belum terdaftar dalam perizinan resmi. 

Jika hanya mengandalkan big data, jutaan usaha ini tidak akan terdeteksi, padahal mereka merupakan penopang utama ekonomi nasional. 

Sementara Sensus Ekonomi 2026 memastikan seluruh UMKM hingga besar, formal maupun informal-masuk dalam peta ekonomi Indonesia.

Selain tidak lengkap, big data juga bersifat parsial. Setiap sumber hanya menggambarkan satu sisi aktivitas ekonomi.  Data transaksi digital tidak mencakup penjualan di toko fisik. Data perpajakan hanya merekam aktivitas wajib pajak terdaftar. Data perbankan tidak menjangkau usaha yang tidak memiliki rekening.

Karena itulah big data tidak dirancang untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai struktur ekonomi nasional. Sedangkan sensus ekonomi berbeda: sensus ini memang dibuat untuk menghasilkan potret utuh tentang jumlah usaha, tenaga kerja, kinerja usaha, struktur industri, hingga perbedaan kondisi antarwilayah. 

Sensus Ekonomi 2026 bahkan akan menangkap dimensi ekonomi terkini seperti ekonomi digital, ekonomi kreatif, dan ekonomi lingkungan. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved