Sukses Story
Berhasil Tumbuhkan Ekonomi Bumdesma
Satu di antara cara meningkatkan perekonomian masyarakat di desa adalah dengan keberadaan badan usaha milik desa (Bumdes)
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Satu di antara cara meningkatkan perekonomian masyarakat di desa adalah dengan keberadaan badan usaha milik desa (Bumdes). Dan ASN satu ini berperan dalam menumbuhkan dua Bumdes di Tapin.
Keberhasilan itu membuahkan prestasi bagi dua Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma), baik di level provinsi Kalimantan Selatan maupun level nasional.
Apa dan bagaimana perannya dalam membina Bumdes hingga menggerakan perekonomian masyarakat, berikut petikan wawancara dengan Analis Pengembangan Ekonomi Pedesaan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tapin ini.
Apa yang memotivasi memilih berkarier sebagai ASN di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa?
Sebagai putra daerah, saya bertekad kuat untuk berkontribusi langsung pada kemajuan daerah saya, khususnya di Kalsel.
Berkarier sebagai ASN di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tapin memberikan saya ruang yang luas untuk terjun langsung mendampingi masyarakat.
Saya percaya, kemajuan suatu daerah harus dimulai dari kemandirian desanya, dan melalui peran ini, saya bisa mengawal inovasi serta pengembangan ekonomi masyarakat pedesaan.
Bagaimana perjalanan pendidikan hingga menempuh S2 Manajemen dan Kebijakan Publik UGM saat ini?
Perjalanan akademik saya dimulai dari S1 Ilmu Pemerintahan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), saya selesaikan dalam 3,5 tahun dengan predikat Cumlaude pada 2021.
Semasa S1, saya aktif dalam berbagai kegiatan organisasi seperti menjadi Kepala Departemen SBO BEM Fisipol UMY, Persatuan Mahasiswa Kalimantan Selatan (PMKS) Yogyakarta dan AMKS Pangeran Hidayatullah Yogyakarta.
Kesadaran akan pentingnya formulasi kebijakan yang tepat sasaran kemudian mendorong saya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 pada Magister Manajemen dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Apa tantangan terbesar yang pernah dihadapi dalam pekerjaan, dan bagaimana cara mengatasinya?
Tantangan terbesarnya adalah mengelola dan menyelaraskan berbagai program strategis desa dengan target waktu yang cukup ketat.
Namun, saya selalu menanamkan prinsip bahwa saya adalah individu yang mudah beradaptasi. Saya terbiasa untuk dapat bekerja dengan baik di bawah tekanan dan selalu berupaya mematuhi deadline atau target yang ditentukan.
Kemampuan dalam manajerial sangat membantu saya dalam mengorganisasi prioritas kerja baik secara individu maupun bersama tim.
Dari berbagai pengalaman kerja yang dimiliki, mana yang paling berkesan memberi dampak besar bagi karier Ramadhani?
Dua hal yang paling berkesan. Pertama, terlibat aktif membantu memfasilitasi Bumdesma Kecamatan Hatungun hingga meraih penghargaan BUMDesMa Terbaik Nasional Tahun 2023 kategori Cepat Tumbuh dengan unit usaha Pertashop.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Ramadhani-Succcess-Story.jpg)