Tribun Smart
Berani Ambil Risiko
Menjadi Duta Literasi Indonesia 2024 adalah satu di antara pencapaian yang paling berkesan bagi Sajida Thoriya
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menjadi Duta Literasi Indonesia 2024 adalah satu di antara pencapaian yang paling berkesan bagi Sajida Thoriya. Sebab, di sana ia bisa menyatukan passion dalam public speaking dengan misi sosial.
Selain itu, perjalanan menjadi duta di kampus sangat membekas, karena dari sanalah kepercayaan dirinya untuk menjadi representasi anak muda yang berwawasan luas dan berani tampil di depan umum benar-benar terasah.
"Pencapaian ini memotivasi saya untuk terus memberi pengaruh positif bagi lingkungan sekitar. Mengubah diri saya menjadi pribadi yang jauh lebih berani mengambil risiko," kata Putri Hijabfluencer Kalteng 2022 ini.
Sajida yang juga Wakil 3 Putri Hukum Keluarga Islam 2026 dan Putri Favorit Hukum Keluarga Islam 2026, saya ini berkuliah di Institut Agama Islam Darussalam angkatan 2025, Fakultas Syariah, Hukum Keluarga Islam.
Dorongan utamanya Aya, — panggilan akrabnya, memahami Hukum Keluarga Islam (HKI)
secara mendalam agar bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat khususnya bagi perempuan.
"Saya melihat, isu-isu keluarga seringkali kompleks, dan melalui IAID, saya ingin memiliki fondasi ilmu yang kuat untuk membantu mengedukasi orang lain terutama generasi muda agar lebih melek hukum dengan cara yang lebih santai dan mudah dimengerti," jelas gadis kelahiran Banjarmasin, 11 Oktober 2004 ini.
Nilai yang paling membentuk dirinya adalah terlatih untuk memiliki integritas dan keberanian untuk berekspresi.
Satu di antara pengalaman berharga bagi Aya adalah pernah bekerja sebagai Management Staff and Social Media Specialist pada 2021 hingga 2022.
Tugasnya, mengkoordinasi, pembagian tugas, pelatihan dan evaluasi kerja. Memastikan pelayanan yang terbaik, memastikan ketersediaan stok, dan pengelolaan inventaris.
"Saya juga mesti mengikuti tren dan algoritma sosial media, serta membuat konten menarik," kata Aya.
Sebagai pembuat konten, tantangan terbesarnya adalah menjaga keseimbangan antara idealisme konten yang edukatif dengan tren yang terus berubah cepat.
"Mengemas topik yang cukup berat seperti halnya hukum menjadi konten kreatif yang menarik
bagi belasan ribu pengikut itu tidak mudah. Saya harus terus memutar otak agar pesan yang disampaikan tetap memiliki nilai atau value namun tetap fun dan relatable, tanpa kehilangan esensi kebenaran informasinya," ujarnya.
Terkadang minat konten dan tren yang selalu itu-itu saja, membuat Aya harus lebih banyak mencari ide kreatif lainnya.
"Kuncinya yaitu dengan observasi yang adaptif. Saya selalu meluangkan waktu untuk memantau apa yang sedang trending di TikTok atau Instagram, lalu saya lakukan ATM alias Amati, Tiru, Modifikasi," ucapnya.
Aya tidak menelan mentah-mentah tren tersebut, melainkan menyelipkan edukasi hukum atau sisi personal dirinya ke dalamnya. Dengan begitu, kontennya tetap terasa segar, mengikuti zaman, tapi punya ciri khas yang kuat.
Selain itu, Aya pernah bekerja sebagai Staff/Crew Photo Studio pada 2023 hingga 2025. Di situ ia .emastikan kenyamanan, dan pelayanan yang ramah terhadap customer. "Saya mengoperasikan aplikasi editing yaoru Canva, Photoshop, dan CaptureOne," ucapnya lagi.
Pelajaran paling berharga adalah komunikasi interpersonal dan kesabaran. Menghadapi berbagai karakter pelanggan di studio foto mengajarkan, pelayanan prima bukan hanya soal teknis, tapi soal kenyamanan.
"Saya belajar bagaimana membangun mood pelanggan agar mereka percaya diri di depan kamera, karena hasil foto yang bagus dimulai dari hubungan yang baik antara penyedia jasa dan pelanggannya," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
Sibuk Itu adalah Bonus
SAJIDA Thoriya atau yang akrab disapa Aya, tercatat sebagai anggota Banua Volunteer Hub, anggota Sobat Literasi Indonesia dan anggota Frieracy Internasional.
Dari dunia organisasi dan kompetisi duta, warga Jalan Veteran Sungai Sipai, Kabupaten Banjar ini belajar, menjadi komunikator yang baik bukan hanya soal bicara, tapi soal kejujuran dalam menyampaikan informasi.
Aya juga mudah beradaptasi dan suka mempelajari hal-hal baru, mampu bekerja sama dengan tim, memilik kemampuan komunikasi yang cukup baik, dan selalu ingin berkembang dan terus belajar.
"Saya selalu memegang prinsip untuk menjadi diri sendiri apa adanya. Pengalaman ini mengasah kepercayaan diri saya untuk terus berkarya, baik di panggung sebagai presenter maupun di balik layar sebagai konseptor," katanya.
Menggeluti banyak kegiatan, Aya menetapkan skala prioritas dan manajemen waktu yang ketat. Sebagai mahasiswa sekaligus konten kreator, ia biasanya membuat jadwal harian agar tidak ada tugas yang bertabrakan.
"Kuncinya adalah disiplin. Saat waktunya kuliah, saya fokus penuh sebagai mahasiswa, dan saat waktu luang, saya manfaatkan untuk memproduksi konten atau mengurus organisasi. Bagi saya, sibuk itu bonus, yang penting hasilnya berkualitas," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Sajida-Thoriya-Duta-Literasi-Indonesia-2024.jpg)