Ekonomi dan Bisnis
Rupiah Terus Anjlok, Jasa Tukar Uang Terdampak Turun 50 Persen
Anjloknya nilai mata uang rupiah terhadap dolar berdampak terhadap jasa tukar uang yang turun hingga 50 persen
Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOS.CO.ID - Nilai mata uang Rupiah yang terus anjlok terhadap Dolar yang hingga pada Rabu (3/6/2026) mencapai Rp17.600 membuat berbagai usaha terdampak, salah satunya jasa penukaran uang asing atau money changer.
Jasa penukaran uang asing mengalami penurunan intensitas tukar uang dari rupiah ke mata uang asing.
Kondisi ini disampaikan Naily CS, PT Riyal Valasindo Utama, money changer di Jl Soetoyo S, Banjarmasin.
Menurutnya, sejak enam bulan terakhir seiring terus menaiknya kurs dolar terhadap rupiah, penukaran uang juga menurun.
Baca juga: Emas Runtuh Saat Dolar Naik, Ini Daftar Harga Emas Terbaru
“Biasanya orang yang akan melakukan perjalanan keluar negeri akan menukarkan uang terlebih dulu ke kami dari rupiah ke mata uang dolar AS atau mata uang lainnya, sekarang penukaran uang tersebut menurun hingga 50 persen,” katanya.
Perjalanan keluar negeri tersebut di antaranya kawasan Asia Tenggara, yaitu Thailand, Singapura, Malaysia, sudah jarang yang menukarkan uang.
Apalagi ada maskapai yang mengurangi penerbangan langsung ke beberapa negara, hingga cuma sekali terbang.
“Saat weekend apalagi long holiday, biasanya banyak yang liburan ke Thailand atau Singapura. Sekarang sudah jarang. Sebab, uang yang ditukarkan bukan hanya untuk tiket pesawat tapi juga menginap dan belanja. Sementara harga tukar begini, ya terlalu banyak rupiah dikeluarkan jadinya,” jelas Naily.
Padahal, menurut Naily, masih ada negara di Asia Tenggara yang kurs mata uangnya lebih rendah dari rupiah dan bisa menjadi destinasi yaitu Vietnam. Hanya saja, kurang dipromosikan obyek wisatanya sehingga kurang diminati.
Adapun penukaran dari rupiah ke riyal, sementara ini belum ada masyarakat yang menukarkan, sebab belum masuk masa umroh.
Dalam hal menukarkan uang dolar ke rupiah, jelas Naily, syaratnya adalah KTP atau SIM. Jika uangnya lebih dari 25.000 Dolar AS itu harus disertai NPWP dan surat izin perusahaan.
Analisa Naily, pergerakan kurs rupiah ke dolar masih ada kemungkinan bakal naik lagi, bahkan bisa saja hingga Rp18.000 per dolar AS. Kalau sudah begitu, maka efeknya akan semakin menyusahkan Masyarakat.
“Kenaikan kurs itu otomatis menaikan harga bahan pokok, belum pajak akan dinaikan, maka semua bakal naik. Saat kurs rupiah naik Rp16.000 saja, ekonomi sudah berubah, apalagi jika Rp18.000,” tukasnya.
Makanya saat ini banyak masyarakat yang wait and see, baik menjual maupun membeli dolar. Kalaupun beli dolar, ya mau tak mau, karena ada keperluan bepergian keluar negeri.
Bagi pelaku investasi dolar, menunggu adalah strategi yang tepat, walau selisih Rp1.000 tapi tetap dengan antusias menunggu, karena ada potensi keuntungan.
| Petani dan Pedagang Kecil Terbanyak Terima KUR, Begini Nilai dan Debiturnya |
|
|---|
| Laju Pertumbuhan Penduduk Kalsel Cenderung Bertambah, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| BSI RO IX Kalimantan Distribusikan 2.136 Hewan Kurban di Wilayah Kalimantan |
|
|---|
| 32 Hewan Kurban Dibagikan Pelindo, Ini Sasarannya |
|
|---|
| Harga Telur Ayam Ras Rp 27 Ribu Per Kilogram, Permintaan Cenderung Berkurang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Transaksi-penukaran-uang-di-PT-Riyal-Valasindo-Utama.jpg)