Tribun Smart
Wujud Penghargaan Alvina kepada Negara
Gadis asal Rantau, Tapin ini adalah salah anggota pasukan Paskibraka Nasional 2025 yang bertugas di istana negara.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Gadis asal Rantau, Tapin ini adalah salah anggota pasukan Paskibraka Nasional 2025 yang bertugas di istana negara pada upacara pengibaran bendera merah putih pada 17 Agustus lalu.
Alvina Dhiya Kamila Faradisa, demikian nama lengkapnya, mulai tertarik Paskibraka saat duduk di bangku SMP, sejak saat itu ia mulai aktif dalam kegiatan kepaskibrakaan antara lain latihan dan lomba baris-berbaris.
Siswi SMAN 1 Rantau yang tinggal di Griya Rantau Asari, Lokpaikat, Tapin ini juga aktif dalam organisasi sekolah, aktif berolahraga untuk menjaga stamina dan kesehatan.
"Memotivasi saya mengikuti seleksi Paskibraka hingga tingkat pusat adalah terinspirasi dari Ibu saya, beliau adalah purna paskibraka tingkat provinsi dan tante saya beliau adalah purna paskibraka tingkat kabupaten kota," ungkapnya.
Seleksi di awali tingkat kabupaten kota. Saat itu sebagian besar SMAN, SMKN dan MAN di Kabupaten Tapin mengutus perwakilan terbaik mereka untuk di seleksi oleh Badan Kesbangpol Tapin. Dalam tahapan ini Alvina meraih peringkat satu wanita dan melaju mengikuti seleksi tingkat provinsi.
"Saya bersaing dengan putra-putri terbaik utusan dari kabupaten kota yg di Kalsel dan pada tahapan ini Alhamdulillah saya berhasil terpilih dengan meraih peringkat satu peserta wanita dan melaju untuk bersaing di tinggkat nasional," jelasnya.
Ada tiga pasang kandidat yang dikirim ke tingkat nasional untuk mengikuti seleksi yang nantinya akan dipilih satu pasang untuk menjadi Paskibraka Nasional.
"Alhamdulillah setelah mengikuti serangkaian seleksi di tingkat pusat saya terpilih sebagai Capaska tingkat pusat tahun 2025 mewakili Provinsi Kalimantan Selatan," tandasnya gadis kelahiran Banjarbaru, 2 April 2009 ini.
Tantangan terberat yang ia rasakan adalah bagaimana menyikapi dan meredam perasaan grogi dan tidak percaya diri, karena ia sadar yang ka hadapi adalah pesaing yang memiliki keunggulan dan mereka semua juga siap.
"Mengatasi itu semua saya meyakinkan diri sendiri dengan berdoa dan berusaha dengan sunguh sunguh, memohon doa restu kedua orangtua, dan menerapkan prinsip; jika orang lain bisa, saya juga harus bisa," tukas Alvina.
Baginya Paskibraka bukan hanya sebagai pengibar bendera merah putih dalam kegiatan seremonial kenegaraan, tapi itu merupakan ujud penghargaan dan penghormatan kepada negara, kepada pahlawan pejuang kemerdekaan RI.
"Dan kita sebagai warga negara yang baik mempunyai kewajiban menjaga dan mengisi kemerdekaan ini dengan hal hal positif yang membangun untuk kemajuan bangsa dan negara," ungkapnya.
Sebagai pelajar tentunya Alvina ingin memberikan yang terbaik dan menjadi kebanggaan bagi kedua orangtua, sekolah , serta bagi bangsa dan negara, salah satunya adalah dengan mengembangkan prestasi dan motivasi agar yang ia targetkan terwujud sesuai harapan.
"Belajar dengan sungguh-sungguh, aktif mengikuti kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler yaitu Paskibra. Di luar kegiatan ekstrakulikuler sekolah, saya mengikuti olahraga anggar, modeling, menari dan lain sebagainya.kegiatan kegiatan ini memiliki dampak yang positif dalam menunjang prestasi saya baik itu di bidang akademik dan non akademik," paparnya.
Menjaga semangat belajar dan berprestasi di tengah banyaknya kegiatan, Alvina mulai dengan mengatur waktu sebaik mungkin. Buat jadwal yang jelas antara waktu belajar, istirahat, dan kegiatan lainnya.
Baginya, belajar di sekolah tetap menjadi prioritas utama. Saya selalu memastikan untuk menyelesaikan tugas dan persiapan ujian terlebih dahulu, karena itu adalah kewajiban saya sebagai pelajar. Setelah itu, baru saya atur waktu untuk kegiatan organisasi dan latihan anggar.
"Selain itu, saya selalu berusaha fokus pada tujuan, karena itu memberi motivasi lebih. Saya juga mencoba tetap menjaga kesehatan fisik dan mental, yaitu berolahraga ringan, agar tetap punya energi dan pikiran yang jernih," tandasnya.
Dalam hal kepemimpinan dan organisasi, Alvina pernah menjabat Wakil Ketua OSIS selama dua periode yang banyak memberikan pelajaran berharga, karena ia dituntut menjadi tauladan bagi anggota, harus menjadi contoh yang baik juga pandai memberikan ruang kepada seluruh anggota untuk mengutarakan permasalahan.
"Saya harus bisa mendengar dan peka serta bisa memberikan solusi terhadap suatu permasalahan. Sebagai seorang pemimpin dalam organisasi saya tidak boleh mudah terbawa perasaan karena yang saya bawahi adalah orang banyak yang memiliki pemikiran yang berbeda-beda, pada prinsipnya seorang pemimpin harus berada ditengah-tengah yang dipimpin," paparnya.
Alvina yang ingin tampil maksimal dalam segala hal, mengungkapkan bahwa karena motivasi baik secara internal dan eksternal.
Motivasi internal berasal dari dalam diri individu, yaitu kebutuhan pribadi, keinginan, ambisi, tujuan, dan keinginan untuk belajar atau tumbuhuntuk menjadi lebih baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Alvina-Dhiya-Kamila-Faradisa.jpg)