Mom and Kids
Masuk ke Dunia Dongeng dan Menjadi Tokoh
Pandemi Covid-19 ternyata membawa berkah bagi Zhafirah Afiqah Putri. Ia jadi tertarik dengan dunia dongeng yang kini memberinya prestasi.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
"Latihannya lama, setiap hari dan serius. Berbeda dengan latihan biasa, hanya 3-4 kalo seminggu," ujarnya.
Zhafirah juga bersyukur hobinya didukung sang mama dan juga bunda Enik selaku pelatihnya di Kampung Dongeng Intan Kalsel.
"Mamah selalu mendukung latihan dan menyiapkan kostum juga properti menjelang lomba. Mamah juga selalu memberi semangat," tukasnya.
Satu tantangan bagi Zhafirah adalah ia harus pandai mengatur waktu antara sekolah, ekskul, mengaji dan istirahat.
Disampaikan Apri Nuryanti, peran orangtua adalah mendukung proses tumbuh kembang anak dengan mendengarkan keinginan dan perasaan serta minat bakatnya.
"Saya selaku orangtua tidak langsung menuntut anak berprestasi, pertama kami lakukan adalah menjadi pendengar dan penyemangat, biarkan dia bisa dan menjalani proses dengan rasa gembira," papar Apri.
Tantangannya, lanjut Apri, adalah bagaimana putrinya tetap seimbang kemampuannya dalam masa tumbuh kembang.
"Anak-anak itu kadang semangat dan kadang down, sebagai orangtua harus peka kapan anak tertekan atau lelah. Bagaimana memotivasi agar tidak kehilangan semangat dan menjadikan setiap lomba sarana belajar. Sebab itu bagi kami proses itu lebih penting daripada hasil," papar Apri.
Harapan Apri dan suaminya, Zhafirah tumbuh jadi pribadi yang kuat, berkemampuan mandiri, anak yang solehah yang taat ajaran agama Islam dan punya nilai Iman dalam setiap langkahnya serta menjadi manusia bermanfaat.
"Pengalaman masa kecilnya dengan kesenian, bersekolah dan bergaul dengan lingkungan sekitar, semoga menjadikan dia orang yang bertanggungjawab, empati dan rendah hati," pungkas Apri. (Salmah saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Zhafirah-Afiqah-Putri-bersama-keluarga.jpg)