Komunitas

Meriahkan Acara Cosplay dengan Lapak Baca

Mengetahui ada acara komunitas cosplay di Tanjung, Tabalong, Ketua Komunitas Rumah Pustaka Tabalong, Maulida, berinisiatif ikut buka stan.

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin Post
Komunitas Rumah Pustaka Tabalong 

Sebagai penggiat literasi, perlu kreatifitas dalam berkegiatan agar tujuan membudayakan membaca di masyarakat bisa tercapai. Seperti halnya komunitas ini yang berpartisipasi di kegiatan cosplay.

Cosplay adalah kegiatan seni pertunjukan dan hobi. Aktualisasinya, seorang mengenakan kostum, riasan, dan aksesori untuk mewakili karakter dari berbagai media fiksi yang biasanya anime, manga, film, dan video game. 

Mengetahui ada acara komunitas cosplay di Tanjung, Tabalong, lantas Ketua Komunitas Rumah Pustaka Tabalong, Maulida, berinisiatif ikut buka stan di acara tersebut yang digelar beberapa waktu lalu.

"Saat itu komunitas cosplay mengadakan acara di Gedung Sarabakawa, Tanjung, kemudian kami ikut buka stan," terang Maulida.

Di tengah stan anime dan kuliner, hadir stan buku dari Rumah Pustaka Tabalong. Menurut Maulida stan itu adalah bagian dari program komunitas mereka yaitu Melapak Baca.
 
"Banyak orang yang hadir di acara cosplay itu kaget, ternyata ada stan buku juga. Dari situ banyak yang mampir dan bertanya-tanya, jadilah diskusi," paparnya.

Menyesuaikan kalangan yang hadir, stan Melapak Baca menyajikan aneka buku genre remaja macam novel dan puisi, serta juga buku-buku best seller tentang self improvement.

"Ada yang bertanya, ini buku-bukunya dijual? Kami jawab tidak dijual, karena kami hanya menyediakan bahan baca gratis yang boleh baca di tempat atau dibawa pulang," terang Maulida.

Dari diskusi yang terjalin akrab itu, pihak Rumah Pustaka Tabalong juga mencoba meminta pendapat para pengunjung mengenai hubungan antara cosplay dengan buku.
 
"Apa hubungan cosplay anime dengan buku? Ada yang jawab bahwa anime itu bermula dari komik. Ada juga yang bilang bahwa membuat anime itu harus banyak baca, dengan wawasan pengetahuan maka ada inspirasi bisa bikin komik," papar Maulida.

Adapun menurut Maulida, bahwa Rumah Pustaka Tabalong ingin menularkan budaya masyarakat Jepang yang suka membaca.

"Banyak karya kreatif yang lahir dari kegemaran membaca buku," kata Maulida.

Melalui banyak baca buku, Maulida juga mencoba memberikan inspirasi bahwa kita juga bisa melahirkan kartun-kartun versi Indonesia. "Banyak cerita rakyat atau legenda yang bisa dibikin kartun," ujarnya.

Terkait hal di atas, menurut Maulida ada yang unik saat acara cosplay yaitu ada peserta yang berpenampilan seperti tokoh dalam novel Laut Bercerita yaitu Ratih Anjani.

Mulai dari penggambaran gaya rambut, cara dan model berpakaian, disesuaikan dengan penokohan dalam novel yang juga pernah diangkat ke layar lebar tersebut.

"Jadi, si cosplayer rupanya suka baca novel tersebut dan terinspirasi untuk meng-cosplay tokohnya," tandas Maulida.

Harapannya, dengan adanya Lapak Baca ini di acara komunitas cosplay dapat memberi banyak pencerahan bagi banyak orang pentingnya literasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved