Tribun Smart

Memberi Ruang untuk Berkembang

Tiara menilai bahwa seni tari adalah media ekspresi, pelestarian budaya, dan bagian dari identitas diri.

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasinpost.co.id
Tiara, Duta Pepelingasih Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebagai generasi muda, perempuan ini terpanggil untuk aktif melestarikan budaya daerah melalui seni tari yang ia pelajari melalui latihan di sanggar.

Menurutnya peran generasi muda dalam menjaga seni budaya itu banyak caranya, yaitu dengan mempelajari, mempraktikan, dan mempromosikan budaya daerah melalui media dan kegiatan kreatif. 

Tiara yang lahir di Hulu Sungai Tengah, 29 Januari 2006, menilai bahwa seni tari adalah media ekspresi, pelestarian budaya, dan bagian dari identitas diri saya.

"Saat berlatih maupun tampil menari, memerlukan kerja tim, disiplin, dan profesionalisme, apalagi saat tampil di depan umum kita membawa nama daerah," ungkap anggota Sanggar Idaman Banjarbaru ini.

Pengalaman penampilan menari, Tiara ikut serta tari dalam pergelaran tari kolosal MTQ di Banjarbaru dengan judul lqra.

Titaa juga kut serta menari saat penyambutan tamu VVIP di Angkasa Pura. Dan juga tari penyambutan pada Peringatan Hari lbu ke-95 di Kabupaten Banjar.

Tak hanya menari, Tiara juga pernah tampil dalam Festival Fashion Drama Musical Magnificent Banjarbaru.

Saat ini Tiara tengah mengembangkan kemampuannya sebagai koreografer, tentunya dengan terus belajar, observasi, eksplorasi gerak, dan terbuka terhadap kritik serta masukan.

Warga Jalan Taruna Praja Raya, Martapura ini, tak hanya berbakat sebagai koreografer tapi juga sebagai MC (Master of Ceremony).
 
"Tantangan terbesar sebagai MC adalah mengendalikan rasa gugup dan menjaga alur acara. Hal itu saya atasi dengan persiapan matang dan latihan rutin," katanya.

Menurut Tiara, meski punya aktivitas seni budaya dan MC namun tak memengaruhi aktifitas belajar secara akademik, sebab ia tetap mengutamakan pendidikan.

"Pendidikan sangat penting karena menjadi bekal untuk berpikir mandiri, mengambil keputusan yang tepat, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat," ungkapnya.

Pastinya, kata Tiara, dengan manajemen waktu yang disiplin, menentukan prioritas, serta tidak menunda pekerjaan. 

"Akademik tetap menjadi tanggung jawab utama, dan sebagai wadah pengembangan diri saya juga ikut organisasi," tukasnya.

Pengalamannya berorganisasi adalah menjadi Wakil Ketua OSIM di MTS Pangeran antasari (2022/2023) dan Ketua OSIM MA Pangeran Antasari (2023/2024).

"Pelajaran dari organisasi, saya belajar tentang kerjasama, kepemimpinan, empati, dan menghadapi perbedaan pendapat," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved