Berita Banjarbaru

Data Belum Seragam, Disperkim Kalsel Seleksi 313 RTLH Korban Bencana 2026

Disperkim Kalsel menyiapkan bantuan perbaikan 313 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) korban bencana pada tahun 2026

Tayang:
Penulis: Muhammad Syaiful Riki | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/Istimewa
BERKUBUHAN KHUSUS- (Ilustrasi)-Fitri warga berkebutuhan khusus warga desa Sungai Tabuk Keramat RT 02, Kabupaten Banjar melewati genangan banjir yang merendam Jala Martapura Lama. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) menyiapkan bantuan perbaikan 313 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) korban bencana pada tahun 2026.

Program tersebut diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di sejumlah kabupaten/kota.

Kepala Disperkim Kalsel, Rahmiyanti Janoezir mengatakan, anggaran program RTLH korban bencana tahun 2026 telah tersedia dan akan direalisasikan secara bertahap.

“Untuk tahun 2026 ini anggaran sudah tersedia untuk sekitar 313 unit yang tersebar di 11 kabupaten,” ujarnya.

Baca juga: Pastikan Tepat Sasaran, Disperkim Kalsel Pantau Program RTLH di Kotabaru

Ia menjelaskan, pada Januari hingga Februari 2026, Disperkim Kalsel masih berada pada tahap penetapan Surat Keputusan (SK) calon penerima hibah serta verifikasi calon penerima bantuan.

Proses ini dilakukan untuk memastikan bantuan sesuai kondisi di lapangan.

Rahmiyanti menegaskan, pembagian bantuan RTLH korban bencana tidak dilakukan secara merata di setiap kabupaten/kota.

Penentuan jumlah unit disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah dan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

“Jumlahnya tidak dibagi rata. Kita melihat kondisi masyarakat dan tingkat kerusakan rumahnya,” jelasnya.

Terkait bencana banjir yang terjadi pada tahun 2026, Rahmiyanti menyebutkan bahwa pihaknya belum melakukan pendataan tingkat kerusakan rumah secara rinci.

Pendataan awal masih dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Kalau rumah terdampak banjir memang sudah didata oleh BPBD, tapi tingkat kerusakannya apakah masuk kategori RTLH dan bisa diperbaiki oleh kami, itu masih perlu inventarisasi lebih lanjut,” katanya.

Rahmiyanti juga menyampaikan, berdasarkan data yang diperoleh Disperkim Kalsel, jumlah RTLH di Kalimantan Selatan masih cukup besar.

Baca juga: RTLH di HST: Bupati Tekankan Transparansi dan Tepat Sasaran

Namun, terdapat perbedaan angka antara sumber data yang digunakan.

“Data terakhir yang kami peroleh sekitar 30 ribu rumah tidak layak huni di seluruh Kalimantan Selatan. Namun memang datanya berbeda-beda, tergantung sumbernya,” ujarnya.

Selain itu, ia menyebutkan penanganan sisa dampak banjir besar tahun 2021 masih menyisakan sekitar 1.100 unit rumah, yang sebagian akan ditangani melalui program RTLH tahun 2026.

“Sisa penanganan dari banjir 2021 itu sekitar 1.100 unit. Tahun ini kita tangani 313 unit,” pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved