Imlek 2026

Saat Imlek dan Ramadan Berdekatan, Teguhkan Harmoni dalam Kebersamaan

Imlek dan Ramadan yang hampir berbarengan adalah anugerah sekaligus pesan moral.

Tayang:
Penulis: Rifki Soelaiman | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasinpost.co.id/Aya Sugianto
Perayaan Imlek tahun 2026 yang beriringan dengan Ramadan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Perayaan Imlek 2577/2026 di Kalimantan Selatan tahun ini memiliki nuansa yang istimewa. Bukan hanya karena memasuki Tahun Kuda Api yang penuh semangat, tetapi juga karena waktunya berdekatan dengan Ramadan dan Paskah.

Momentum ini dinilai sebagai penguat harmoni di Banua.

Ketua Ikatan Keluarga Antar-Suku Bangsa (IKASBA) Kalsel, Aliansyah, menegaskan bahwa sebagai bagian dari unsur etnis dan suku di daerah, pihaknya mendukung penuh pelaksanaan Imlek.

“Imlek adalah perayaan tahun baru bagi warga Tionghoa yang juga sudah diakui negara dan dilindungi secara hukum. Seperti halnya tahun baru Masehi, Hijriyah bagi umat Muslim, dan Nyepi bagi umat Hindu. Jadi kita wajib menghormati perayaan Imlek untuk menjaga harmoni yang sudah terjalin baik di Banua,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejak IKASBA dibentuk, seluruh suku dan etnis yang tergabung telah bersepakat untuk saling menghargai, bekerja sama, menjaga persaudaraan dan solidaritas.

Aliansyah juga mengimbau masyarakat Kalimantan Selatan untuk tetap menjunjung toleransi, khususnya karena Imlek tahun ini berdekatan dengan bulan suci Ramadan.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kalsel, Alimusa. Menurutnya, Imlek bukan lagi sekadar tradisi turun-temurun masyarakat Tionghoa, tetapi telah menjadi bagian dari budaya Banua.

“Imlek kini dirayakan secara terbuka dan dinikmati berbagai kalangan. Melalui perayaan ini tercipta kerukunan dan harmoni di tengah keberagaman etnis, budaya, dan agama di Banua,” katanya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas komunitas dalam setiap perayaan.

“Kolaborasi adalah proses kerja sama untuk membangun kebersamaan, memperkuat ikatan sosial, mengurangi risiko konflik, dan menciptakan lingkungan harmonis. Karena itu setiap even budaya di Kalsel selalu melibatkan berbagai etnis, termasuk pada perayaan Imlek PSMTI tahun ini,” jelasnya.

Menurutnya, berdekatan dengan Ramadan justru menjadi pesan moral agar masyarakat semakin menjaga keamanan, ketertiban, dan ketenteraman daerah.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan, Muhammad Tambrin, menilai perayaan Imlek di Banua bukan sekadar perayaan etnis atau keagamaan, melainkan momentum kebersamaan.

“Imlek menunjukkan bahwa Kalimantan Selatan adalah rumah bersama yang menjunjung tinggi toleransi dan hidup rukun dalam keberagaman. Tradisi yang dirayakan dengan terbuka justru menjadi perekat persaudaraan,” ujarnya.

Ia menyebut kolaborasi lintas komunitas sebagai kunci menjaga kebersamaan. Kegiatan Imlek Bersama yang digelar oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kalsel menjadi contoh bagaimana dialog dan kebersamaan dapat dibangun.

“Imlek dan Ramadan yang hampir berbarengan adalah anugerah sekaligus pesan moral. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi dirangkai menjadi kekuatan persaudaraan,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved