Berita Balangan
Dua Kali Sakit Perut, Warga Kambiyain Balangan Didiagnosis Kena Leptospirosis dan Jalani Perawatan
Ferdi, warga Desa Kambiyain, Kabupaten Balangan sempat mengeluhkan sakit perut yang menusuk. Rupanya itu merupakan gejala leptospirosis
Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN- Ferdi, warga Desa Kambiyain, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan sempat mengeluhkan sakit perut yang rasanya menusuk. Akibatnya, ia tidak mau makan selama kurang lebih seminggu.
Rupanya, keluhan itu merupakan gejala seseorang terkena leptospirosis yang diketahui dari hasil laboratorium RSUD Datu Kandang Haji saat ia menjalani perawatan.
Sebelumnya, karena rasa sakit perut yang menurutnya luar biasa sakit, lantas pihak keluarga berinisiatif membawa Ferdi ke RSUD Datu Kandang Haji.
Setelah menjalani perawatan, ia diketahui terkena penyakit leptospirosis yang disebabkan dari bakteri yang ada pada kencing tikus yang mengandung virus leptospira.
Baca juga: Dinkes Balangan Pasang Jebakan Tikus di 25 Rumah Warga Kambiyain, Buntut Temuan Kasus Leptospirosis
Kepada jurnalis Banjarmasinpost, Isti Rohayanti, Kamis (23/4/2026), Ferdi menceritakan kalau dirinya menjalani perawatan selama empat hari di RSUD Datu Kandang Haji.
Setelah kondisi membaik, akhirnya diperbolehkan pulang.
"Memang awalnya sakit perut, rasanya seperti ditusuk, tembus sampai ke perut bagian belakang. Kemudian saya dibawa ke rumah sakit, dan setelah diperiksa, katanya saya terkena penyakit leptospirosis," ujarnya, bercerita.
Rasa sakit itu ia rasakan dua kali dalam waktu yang berbeda. Dimana sakit yang ia derita ia akui terjadi saat berada pada salah satu desa di Kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, tempat ia bekerja mendulang emas.
Ferdi meyakini dirinya terkena virus tersebut saat bekerja. Kendati demikian, karena gejalanya dirasakan saat ia sudah ada di rumah Desa Kambiyain, lantas pihak terkait melakukan investigasi penularan penyakit tersebut.
Ferdi yang dilaporkan sempat terkena penyakit leptospirosis langsung menjadi perhatian dari Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan. Pasalnya penyakit ini berpotensi menular yang disebabkan oleh hama tikus.
Niat baik Dinkes Balangan untuk menelusuri virus yang dibawa tikus di Desa Kambiyain ini disambut Ferdi dan warga setempat.
Pasalnya, warga juga bekerjasama saat Dinkes Balangan melakukan pemasangan jebak tikus sebagai upaya penanggulangan penyebaran leptospirosis di Balangan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan memasang dua jebak tikus di rumah Ferdi, khususnya pada ruangan yang dianggap tidak begitu higienis dan rawan tikus melintas.
Ferdi sendiri tinggal di bangunan bekas kantor desa, sebagai tempat tinggal sementara, sembari menunggu rumah saudaranya selesai dibangun untuk ditinggali.
Selain rumah Ferdi, ada beberapa rumah warga yang juga dipasang jebak tikus. Satu di antaranya yakni rumah Milah.
| Dalih Oknum Pegawai Disporapar Balangan Kalsel Rekam Video Potong Rambut di Jam Kerja Hingga Viral |
|
|---|
| Buntut Video Potong Rambut Oknum Pegawai Disporapar Balangan, Diberikan Pembinaan dan Teguran |
|
|---|
| Aksi Peduli Lingkungan, Komunitas di Balangan Ini Adopsi Pohon jadi Anak Asuh |
|
|---|
| Polres Balangan Musnahkan Barang Bukti Hasil Operasi Antik Intan 2026, Ada Ribuan Obat Daftar G |
|
|---|
| Operasi Antik Intan di Balangan, Amankan 14 Tersangka, Sebagian Jalani Rehabilitasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Jebak-tikus-1.jpg)