Berita Kalsel

Inflasi Di Kalsel Terkendali, dan Belanja Daerah Terakselerasi

Lewat pertumbuhan ekonomi yang solid serta penyaluran anggaran yang kian efektif, Kalimantan Selatan mampu menjaga momentum pertumbuhan

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: Ratino Taufik
Banjarmasin Post/Salmah
GERAKAN Pasar murah dari Bulog Kalsel dengan menyalurkan beras SPHP 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan (Kanwil DJPb Prov. Kalsel) kembali melaporkan capaian impresif pada indikator ekonomi dan fiskal regional. 

Performa positif yang tercatat sepanjang Triwulan I berhasil dipertahankan dan terus berlanjut hingga April 2026. 

Lewat pertumbuhan ekonomi yang solid serta penyaluran anggaran yang kian efektif, Kalimantan Selatan mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika perekonomian nasional.

Catur Ariyanto Widodo, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan, mengatakan, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan sukses mencapai 5,67 persen (yoy) pada Triwulan I 2026 (atau 5,67 % c-to-c). 

"Dari sisi pengelolaan fiskal, realisasi Belanja Negara telah mencapai sebesar Rp9,50 triliun atau 31,75?ri pagu, di mana porsi terbesarnya dialokasikan untuk penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp6,68 triliun," paparnya, Senin (25/5/2026). 

Selain itu, jelas Catur, kinerja APBD pada periode ini juga mencatatkan surplus sebesar Rp993,29 miliar, menandakan ruang fiskal yang sehat untuk mendukung pembangunan di Kalsel.

Sementara dinamika Neraca Perdagangan dan Tantangan Pengendalian Inflasi Perekonomian Kalimantan Selatan terus menunjukkan resiliensi yang solid memasuki awal kuartal II 2026. 

Baca juga: Pemkab Tanahbumbu Larang Penggunaan Tas Plastik Sekali Pakai dalam Pembagian Daging Hewan Kurban

Neraca Perdagangan Kalsel pada April 2026, ungkap Catur, konsisten mencatatkan surplus yang signifikan sebesar US$805,95 juta. 

Meski surplus ini mengalami kontraksi sebesar 2,29 % (yoy) dan 13,46 % (mtm) yang disebabkan oleh pertumbuhan nilai impor yang lebih tinggi dari ekspor, kinerja perdagangan luar negeri tetap impresif. 

Nilai ekspor pada April 2026 mencapai US$1.059,10 juta, tumbuh 15,1 % (yoy), yang utamanya didorong oleh peningkatan volume ekspor komoditas batubara sebagai penopang utama dengan kontribusi lebih dari 50 % . 

Di sisi lain, nilai impor juga naik tajam sebesar 46,06 % (yoy) menjadi US$253,15 juta, akibat naiknya nilai impor komoditas minyak petroleum serta kenaikan harga transaksi BBM diesel.

Dari sisi pergerakan harga, tekanan inflasi di Kalimantan Selatan menunjukkan tren melandai pada April 2026. Inflasi tahunan tercatat sebesar 3,67 % (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,75, turun dan melanjutkan tren positif dari bulan sebelumnya. 

Meskipun angka ini masih berada di atas rata-rata inflasi nasional yang menyentuh level 2,42 % (yoy), secara bulanan (month-to-month) Kalimantan Selatan justru mencatatkan deflasi sebesar -0,04 % , berbeda dengan nasional yang mengalami inflasi 0,13 % .

Kabupaten Tanah Laut tercatat sebagai wilayah dengan tekanan inflasi tertinggi di regional yang mencapai 3,96 % (yoy), sementara inflasi terendah berada di Kabupaten Kotabaru sebesar 2,90 % (yoy).

Tekanan inflasi tahunan (yoy) masih didominasi oleh andil komoditas emas perhiasan, beras, dan ikan nila. Namun secara bulanan (mtm), deflasi yang terjadi utamanya disumbang oleh penurunan harga pada komoditas daging ayam ras, emas perhiasan, dan terong, yang mampu meredam dorongan inflasi dari angkutan udara dan beras. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved