Ummah

Memasyarakatkan Grup Maulid Habsyi di Kandangan

Adalah Muhammad Fathhullah telah membina dan mengelola grup maulid habsyi di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Tayang:
Penulis: Adiyat Ikhsan | Editor: Irfani Rahman
Banjarmasin Post/Adiyat Ikhsan
MEMBINA- Muhammad Fathhullah satu pembina dan mengelola grup maulid habsyi di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID- BERTAHUN-TAHUN Muhammad Fathhullah atau lebih akrab disapa Amat Cina, telah membina dan mengelola grup maulid habsyi di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kini ada puluhan grup yang terdiri dari anak-anak sampai dewasa, baik perempuan maupun laki-laki yang telah dibina sejak sekitar 5 tahun terakhir.

Dirincikan warga Balimau, Kecamatan Kalumpang, HSS tersebut untuk grup perempuan sebanyak enam buah, sedangkan laki-laki ada 11 grup.

“Ada grup Maulid yang membina dari awal dan ada membuka rutinan maulid, seperti di rumah, musala, masjid. Kalau di total dengan rutinan jumlahnya sekitar 17 grup. Dari satu sampai akhirnya menyebar dan tambah luas,” kata laki-laki berusia 33 tahun ini, Kamis (1/1/2026).

Sebaran tempat grup maulid habsyi yang dikelola Amat berada di sekitaran Kecamatan Kandangan, Simpur, Angkinang. Ia mulai mengelola grup maulid habsyi, setelah sepeninggal KH Muhammad Riduan Baseri (Guru Kapuh), sebab Amat dulu belajar di tempat ulama kharismatik di HSS tersebut.

“Saya ikutnya belajar di tempat beliau, baik majelis dan maulid Setelah beliau meninggal, saya kemudian melanjutkan dan membuka grup-grup maulid habsyi ini,” tambahnya. Berikut petikan wawancaranya:

Apa yang menginspirasi berperan di masyarakat?

Memang dulu belum terlalu banyak grup Maulid Habsyi di sekitar sini, sehingga dimulai membuka dan diberi nama Datu Majelis Habsyi Ahmad Balimau. Setelah ditasmiah atau diresmikan, sehingga terpikirkan untuk membuka grup di tempat-tempat lain. Dari memulai satu tersebut, kemudian berjalan waktu semakin menyebar dengan anggota juga semakin banyak.

Teladan apa yang diajarkan untuk masyarakat?

Mengajarkan Maulid Habsyi dimulai dari nol kepada anggota yang tidak kenal maulid. Alhamdulillah mereka mau belajar sampai akhirnya bisa dan mau menjadi pemain, membaca syair, baca rawi.

Dari situ semakin menumbuhkan semangat saya dan anggota lainnya. Bagi anggota yang sudah bisa akhirnya menggelar rutinan juga, tentunya ini menjadi syiar-syiar agama.

Apa motivasi anda mengelola grup maulid habsyi tersebut?

Seperti diketahui, maulid habsyi tidak terlepas dengan selawat. Mengajarkan dan membuka grup-grup habsyi dengan niat memperbaiki diri dan semakin menguatkan lantunan selawat, sehingga mendapatkan pahala bagi pribadi. Kalau diibaratkan kita menanam pohon dan pasti akan berbuah di kemudian hari.

Siapa saja yang diajak bergabung?

Kalau bagi saya pribadi tergoda warga, dari semua kalangan tidak menjadi masalah baik dan buruk. Saya tetap merangkul mereka kalau berkeinginan bergabung, secara perlahan mengajarkan dan membina agar mereka mulai mengerjakan hal-hal kebaikan,” sampainya.

Apa pesan bagi generasi muda?

Kita tetap dapat mengimbangi segala bentuk keramaian yang kita jalani. Artinya ketika asyik bermain game dan mengerjakan lain sebagainya, tidak lupa mengerjakan hal yang wajib dan berselawat.(ady)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved