Pesta Bola Dunia 2026

Piala Dunia 2026: Pelatih Barito Putera Yakin Prancis Hattrick Final dan Juara

Tim nasional Prancis bakal juara dan hattrick final di Piala Dunia 2026 prediksi dari mantan pelatih Barito Putera U16 tahun 2019, Nurholis Majid.

Tayang:
Editor: Khairil Rahim
Instagram Barito Putera
JAGOKAN PRANCIS - Pelatih Fisik Barito Putera yang baru, Nurcholish Majid pengganti Vitor Tinoco. Tim nasional Prancis bakal juara dan hattrick final di Piala Dunia 2026 prediksi dari mantan pelatih Barito Putera U16 tahun 2019, Nurholis Majid. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tim nasional Prancis bakal juara dan hattrick final di Piala Dunia 2026 nanti itulah prediksi dari mantan pelatih Barito Putera U16 tahun 2019, Nurholis Majid.

Pria yang kini menjadi pelatih fisik Barito Putera ini yakin Prancis akan mengulang kesuksesan dua edisi sebelumnya dan memainkan final lain.

Les Blues akan menjadi tim ketiga setelah Brasil dan Jerman Barat yang tampil di tiga final berturut-turut.

Selama periode ini, mereka telah mengklaim dua Piala Dunia, satu Euro, dua runner-up Piala Dunia selesai, dan satu runner-up Euro selesai. 

Baca juga: Live TVRI! Ini Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 Argentina Hingga Jerman, AIS Banjarmasin Siap Nobar

Tidak ada tim lain yang membanggakan prestasi semacam itu selama periode yang dinyatakan – secara holistik.

Mantan pelatih PON Papua ini menambahkan Prancis memiliki skuad yang lengkap di semua lini dan tentu akan menjadi kekuatan tersendiri. 

"Lihat sendiri daftar pemain yang dipanggil pelatih semua merata di hampir setiap lini," ujar Nurholis.

Nurholis tidak hanya mendambakan Prancis sebagai juara namun dia juga memiliki pemain favorit yang bakal bermain ciamik.

"Pemain favorit saya adalah Michael Olise (Bayern Munich) dan Ngolo Kante," jelas dia.

Apalagi kata Nurholis dia sangat percaya dengan racikan Didier Deschamps di laga ini.

Ditambah daya tembak Kylian Mbappe, dan skuad yang dibangun untuk lari dalam lainnya.

Deschamps telah mengembangkan Prancis selama bertahun-tahun, dan evolusi itu belum linier.

Sejak awal, timnya sering dikaitkan dengan kehati-hatian, disiplin dan transisi sepak bola.

Tetapi ia secara bertahap membentuk sisi yang lebih fleksibel yang dapat bertahan dalam, menekan secara agresif atau membangun melalui kepemilikan tergantung pada lawan.

Kuncinya adalah adaptasi tanpa kehilangan identitas inti tim, yang tetap berakar pada kontrol, atletis, dan momen menyerang yang cepat.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved