Berita Nasional

Memasukkan Nama Ibu Kandung saat Registrasi Ulang Adalah Hoax, Berikut Penjelasannya

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mewajibkan registrasi kartu menggunakan Nomor Induk Kependudukan

Memasukkan Nama Ibu Kandung saat Registrasi Ulang Adalah Hoax, Berikut Penjelasannya
Istimewa
registrasi ulang kartu prabaya 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Memasuki akhir awal November 2017, masyarakat Indonesia harus melakukan registrasi kartu SIM prabayar. Baik itu untuk kartu SIM prabayar lama maupun baru.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mewajibkan registrasi kartu menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di KTP dan nomor Kartu Keluarga (KK).

Bagi pemegang nomor SIM prabayar baru maupun lama wajib melakukan registrasi dengan format SMS yang telah ditentukan mulai tanggal 31 Oktober 2017.

Adapun batas waktu registrasi ulang paling lambat pada 28 Februari 2018.

Baca: Cermati! Daftar Hoax Seputar Registrasi Ulang Kartu SIM, Amankan Data Pribadi Kamu

Baca: Registrasi Ulang Kartu Seluler, Begini Caranya, Menkominfo: Tak Lebih 1 Menit!

Baca: BREAKING NEWS: Sopir Angkutan Umum Mogok, Penumpang Pun Balik Kanan

Yang masih membuat sebagian masyarakat bingung adalah keharusan menyertakan nama ibu kandung dalam proses registrasi ulang.

Banyak yang keberatan karena hal ini dikhawatirkan bisa membongkar data-data penting si pemegang kartu.

Dilansir Bpost Online dari Kompas Tekno, Pelanggan kartu SIM prabayar tak perlu menyerahkan nama ibu kandung saat melakukan registrasi.

Halaman
123
Penulis: Rahmadhani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help