Tahun Baru 2018

Malam Tahun Baru 2018 - Sejarah Kembang Api Tahun Baru, Awalnya untuk Mengusir Roh Jahat

Setiap perayaan pergantian tahun atau tahun baru, kembang api dan petasan nyaris tak pernah absen. Selalu ada dan meramaikan suasana.

Malam Tahun Baru 2018 - Sejarah Kembang Api Tahun Baru, Awalnya untuk Mengusir Roh Jahat
AP Images/Peter Meecham
Warna-warni kembang api menerangi Sky Tower, Ayckland, Selandia Baru saat detik-detik pergantian tahun 2016 ke 2017. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Setiap perayaan pergantian tahun atau tahun baru, kembang api dan petasan nyaris tak pernah absen. Nyaris selalu ada dan meramaikan suasana.

Tapi tahukah Anda, negara mana yang pertama kali menggunakan petasan dan kembang api?

Mengutip sains.me, semua sepakat bahwa bangsa China atau Tiongkok adalah yang pertama kali menemukan bubuk mesiu. Bahan dasar pembuat petasan dan kembang api.

Legenda yang beredar dan banyak dipercaya mengatakan bahwa bubuk mesiu secara tidak sengaja diciptakan oleh seorang juru masak di China, sekitar dua ribu tahun yang lalu.

Baca: Sambut Tahun Baru 2018 - Ini 7 Tradisi Tahun Baru Terunik di Dunia, Ada yang Tidur di Kuburan!

Saat itu ia mencampurkan beberapa bahan seperti batu bara, sulfur, dan potasium nitrat, kemudian memasukkan semua bahan tersebut ke dalam sebatang bambu. Ketika bambu berisi bahan tadi dibakar di tungku, sebuah ledakan pun terjadi.

Namun sumber sejarah yang lebih valid menyebutkan bubuk mesiu digunakan untuk petasan pertama kali oleh seorang pendeta bernama Li Tian dari kota Liu Yang, provinsi Yunan pada masa pemerintahan dinasti Song, sekitar abad ke-9 masehi.

Baca: Tahun Baru 2018 - Bukan Hanya Masehi dan Hijriah, Ini Berbagai Tahun Baru di Dunia

Li Tian membuat petasan untuk mengusir roh jahat, yang dipercaya akan ketakutan dengan bunyi keras yang ditimbulkan. Orang China sendiri memperingati penemuan petasan ini setiap tanggal 18 April dengan memberikan persembahan kepada arwah pendeta Li Tian.

Setelah ditemukan, setiap tahunnya petasan selalu hadir untuk meramaikan perayaan tahun baru China, atau tahun baru Imlek, dengan harapan agar setahun ke depan roh jahat takut dan tidak mengganggu kehidupan.

Halaman
12
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved