Berita Kotabaru

Enam ASN Bina Marga Positif Gunakan Sabu, Hasil Tes Urine Sat Resnarkoba

Kabar enam ASN positif diduga mengonsumsi narkotika mengandung metaphetamine itu telah sampai ke Bupati Kotabaru

Enam ASN Bina Marga Positif Gunakan Sabu, Hasil Tes Urine Sat Resnarkoba
banjarmasinpost.co.id/tribunnews.com
Ilustrasi

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Enam orang aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kotabaru menjadi sorotan pemerintah kabupaten (Pemkab) Kotabaru. Enam ASN tersebut kuat diduga menggunakan narkotika jenis sabu

Bahkan, kabar enam ASN positif diduga mengonsumsi narkotika mengandung metaphetamine itu telah sampai ke Bupati Kotabaru H Sayed Jafar dan beberapa pejabat teras di lingkungan Pemkab Kotabaru.

"Iya bapak (Bupati) sudah diberitahu. Masih menunggu tertulis hasilnya," kata Latifu ajudan orang nomor satu di Bumi Saijaan ini, Selasa (16/1/2018).

Terungkapnya enam ASN ditengarai menggunakan sabu-sabu berdasarkan pemeriksaan urine dilakukan satuan reserse dan narkoba Polres Kotabaru, Senin (15/1/2018) kemarin.

Baca: Bandar Narkoba Mengaku Uang yang Disita Polisi Hasil Bisnis Batu Bara, Setelah Diselidiki Ternyata

Diperoleh informasi, pemeriksaan urine seluruh ASN di salah satu SKPD tersebut atas permintaan pihak pemerintah daerah.

Bahkan saat pelaksanaan pemeriksaan urine, informasi dari salah satu ASN di SKPD itu menyebutkan tidak satupun ASN bisa menghindari pemeriksaan urine. Karena ketika ASN dikumpulkan pintu dikunci dan dijaga beberapa ketat anggota polisi.

Kasat Res Narkoba Polres Kotabaru AKP Margono dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Selasa (16/1/2018) membenarkan ada enam ASN positif menggunakan narkotika mengandung metaphetamine jenis sabu

Menurut Margono, alhasil pemeriksaan urine menyatakan enam ASN positif menggunakan sabu, saat ini masih dikoordinasi dengan pihak pemerintah daerah.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Indosiar Piala Presiden 2018 Grup A PSM vs PSMS, Laga Pembuktian di Bandung

Tidak bisa diproses karena tidak ada alat bukti. "Harusnya kalau ada berdiri BNK vertikal, harusnya itu harus direhabilitasi," kata Margono.

Pihaknya tetap akan melakukan pengembangan. Meminta keterangan ASN positif menggunakan sabu-sabu.

"Akan kita interogasi dimana, kapan memakainya. Dari mana asal barang akan kami kembangkan," tandasnya.
Sementara hingga berita diturun belum didapat konfirmasi resmi dari pejabat di pemerintah daerah.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Suprapti Tri Astuti dihubungi telepon genggamnya tidak mengangkat. Via WhatSapp tidak dibalas. (*)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved