Bisnis Daun Sapat di Amuntai

Efek Mirip Opium dan Kokain, Daun Sapat Amuntai Ternyata Bisa Disalahgunakan sebagai Narkoba

Warga Kabupaten Hulu Sungai Utara menyebutnya dengan daun Sapat atau biasa dikenal dengan daun Puri atau Kratom.

Efek Mirip Opium dan Kokain, Daun Sapat Amuntai Ternyata Bisa Disalahgunakan sebagai Narkoba
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Pengumpul daun Sapat atau daun Kratom di Amuntai 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Warga Kabupaten Hulu Sungai Utara menyebutnya dengan daun Sapat atau biasa dikenal dengan daun Puri atau Kratom. Beberapa warga Hsu bahkan sengaja mencari daun Sapat dan menjualnya ke luar daerah dalam bentuk remahan daun kering.

Namun, belakangan ini  daun kratom mulai disalahgunakan sebagai narkoba karena efeknya yang mirip dengan opium dan kokain.

Seperti dilansir pada hellosehat.com yang mengatakan jika mengunyah daun kratom dapat menghasilkan energi seperti saat mengonsumsi kafein, atau sebagai obat tradisional untuk penyakit, mulai dari diare sampai rasa sakit pada tubuh.

Baca: Tak Disangka, Daun Sapat Obat Penghilang Rasa Sakit Amuntai Ini Dikirim hingga ke Australia

Dalam dosis rendah, kratom dapat memberikan efek stimulan. Kratom dapat membuat seseorang merasa memiliki lebih banyak energi, lebih waspada, dan lebih bahagia.

Bahan aktif utama kratom adalah alkaloid mitraginin dan 7- hydroxymitragynine yang telah terbukti dapat memberikan efek analgesik, anti-inflamasi, atau pelemas otot; sehingga kratom sering digunakan untuk meredakan gejala fibromyalgia. Fibromyalgia  adalah intoleransi terhadap stres dan rasa sakit yang biasanya ditandai dengan nyeri pada tubuh, sulit tidur, dan kelelahan.

Baca: Harga Jual Tinggi, Basuni Kirim Daun Sapat Obat Penghilang Sakit Amuntai hingga 3 Ton Per Bulan

Namun, jika kratom digunakan dalam dosis tinggi (sekitar 10 hingga 25 gram atau lebih), kratom dapat memberikan efek sedatif seperti narkotika.

Bahkan Drug Enforcement Administration (DEA) mengatakan bahwa konsumsi kratom berlebih dapat menyebabkan gejala psikotik dan kecanduan psikologis. (nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved