Ekonomi dan Bisnis

Rupiah Jatuh ke Posisi Terlemah Sejak Desember 2015, Ini Penyebabnya

Mengawali pekan ini, nilai tukar rupiah masih terpuruk. Sentimen eksternal, terutama dari Amerika Serikat

Rupiah Jatuh ke Posisi Terlemah Sejak Desember 2015, Ini Penyebabnya
Malaymailonline
Kurs rupiah terhadap dolar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Mengawali pekan ini, nilai tukar rupiah masih terpuruk. Sentimen eksternal, terutama dari Amerika Serikat, masih menekan valuasi mata uang Garuda hingga nyaris menyentuh Rp 14.000 per dollar AS.

Mengutip Bloomberg, pada penutupan perdagangan Senin (23/4), nilai tukar rupiah di pasar spot pukul 17.00 WIB, terdampar di level Rp 13.975 atau melemah 0,59% dibandingkan penutupan pekan lalu. Ini level terburuk rupiah sejak Desember 2015.

Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah juga melemah 0,65% menjadi Rp 13.894 per dollar AS.

Analis Pasar Uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri, menjelaskan, saat ini fokus pelaku pasar global memang sedang tertuju ke AS.

Baca: Kenali! 2 Ciri Wajib Pajak yang Akan Jadi Sasaran Pemeriksaan Ditjen Pajak

Baca: Perpres Jokowi Tentang Tenaga Kerja Asing Digugat Serikat Pekerja ke Mahkamah Agung

Hal ini membuat tendensi rupiah untuk melemah akan terus berlanjut.

"Aliran dana yang keluar dari pasar domestik semakin besar, terutama dana beralih ke instrumen obligasi AS," ujar Reny, Senin (23/4). Investor berbondong memasuki pasar obligasi AS, lantaran imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun yang semakin mendekati level 3%.

Kondisi tersebut juga semakin didukung dengan besarnya ekspektasi pasar terhadap perekonomian AS.

Harapan pada tingkat inflasi yang lebih tinggi dan kenaikan suku bunga The Federal Reserves yang lebih agresif masih menyelimuti pelaku pasar.

Halaman
12
Editor: Ernawati
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help