Berita Banjar

Penderita Diare Capai Ratusan Orang, Ini yang Dilakukan Dinkes Banjar

Berdasarkan data dari dinas kesehatan Kabupaten Banjar untuk kasus diare pada Balita Juni 2018 tercatat sebanyak 237 kasus.

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Berdasarkan data dari dinas kesehatan Kabupaten Banjar untuk kasus diare pada Balita Juni 2018 tercatat sebanyak 237 kasus, jumlah ini menurun dibanding Mei sebanyak 280 kasus dan April 328 kasus. Meski demikian, tetap membuat Dinas Kesehatan Banjar siaga.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Ikhwansyah mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan 5.000 bungkus oralit. Kembali mendistribusikan kepada 24 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Banjar, Senin (30/7).

“Tetap jadi perhatian kami, kasus diare ini tidak hanya pada balita tetapi juga semua umur, balita dan dewasa. Semua ada datanya,” katanya.

Baca: Setelah Terbangun Pascakoma Lima Hari, Tasya Minum Susu Pakai Selang

Disebutkannya, untuk kasus diare April 2018 sebanyak 874 kasus, Mei 732 kasus, dan Juni 713 kasus. Berbagai upaya juga sudah dilakukan untuk terus menekan angka kasus diare.

Pihaknya menghimbau masyarakat agar meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), khususnya dalam menghadapi musim kemarau ini, sehingga diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan diare terutama pada balita.

Baca: Uang Curian Digunakan untuk Foya-foya dengan PSK, Pemuda Ini Dibekuk Polisi

Upaya preventif diare, yakni selalu mengampanyekan PHBS, cuci tangan sebelum menjamah makanan, setelah BAB dengan CTPS, tidak makan di tempat yang tidak terjaga kebersihannya, sedia Oralit di rumah, cegah dehidrasi.

Sedangkan untuk di fasilitas layanan kesehatan, dengan mengaktifkan pojok Oralit, ketersediaan obat-obatan, merefresg tim TGC Puskesmas. Pihaknya melibatkan peran aktif kader di Posyandu dalam penemuan kasus diare sedini mungkin, penyiapan logistik Oralit dan tablt zinc, penyebaran informasi pembuatan larutan gula garam, termasuk sosialisasi oleh pengelola diare puskesmas ke sekolah-sekolah.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming OChannel PSIS Semarang vs PSM Makassar, Liga 1 2018

Ptl Direktur RSUD Ratu Zalekha Martapura, dr Eko Subiyanto mengatakan, pihaknya sudah mengondisikan dengan layanan medis yang ada di rumah sakit tersebut, sarana penunjang dan keperawatan serta IGD. Pihaknya pun menghimbau masyarakat agar hidup bersih dan sehat.

"Makan dan minum yang higinies, selalu tanamkan perilaku hidup sehat seperti cuci tangan sebelum makan, cuci tangan pakai sabun setelah buang air besar, gunakan sumber air bersih," himbaunya.

Baca: BKN Tak Terbitkan Buku Simulasi Soal CPNS 2018, Klik di Sini Untuk Latihan Soal

Ditambahkannya, rumah sakit juga sudah ada penanggulangan dengan menyiapkan tempat tidur tambahan pada ruangan tertentu, terutama pada ruang anak yang rentan terkena penyakit tersebut. Penanganan yang cepat pasiesn diare di IGD, mengingat seringkali adalah masalah dehidrasi. (banjarmasinpost.co.id/Hasby Suhaily)

Penulis: Hasby
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help