Berita Tanahlaut

Terancam Kekeringan, Embung Handil Birayang Atas Ternyata Belum Aliri Sawahan Petani

Kekeringan persawahan padi dialami sebagian petani di Desa Handil Birayang Atas, Kecamatan Bumimakmur, Kabupaten Tanahlaut

Terancam Kekeringan, Embung Handil Birayang Atas Ternyata Belum Aliri Sawahan Petani
banjarmasin post group/ mukhtar wahid
Embung di Desa Handil Birayang Atas, Kecamatan Bumimakmur, Kabupaten Tanahlaut 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kekeringan persawahan padi yang dialami sebagian petani di Desa Handil Birayang Atas, Kecamatan Bumimakmur, Kabupaten Tanahlaut, seyogyanya teratasi.

Itu jika keberadaan embung seluas lapangan sepak bola yang dibangunkan Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kabupaten Tanahlaut mengairi persawahan warga petani.

Kondisi itu diakui Kepala Desa Handil Birayang Atas, Muhammad Arifin yang menduga karena debit air di embung itu terdampak kemarau.

Baca: Kader NU Kalsel Mayoritas Dukung Jokowi-Makruf Amin di Pilpres 2019

"Sepengetahuan saya memang belum mengairi lahan persawahan warga petani Desa Handil Birayang Atas. Lahan kami hamparan sawah luasnya sekitar 400 hektare," katanya dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, Selasa (14/8/2018).

Ada dua embung di Desa Birayang Atas, embung yang dibangun Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Tanahlaut yang saat ini masih mengairi sawah warga petani.

Baca: Kisah Warga Kampung KB Desa Sungairasau Ketika Andalkan Penjual Air Keliling

Delapan bulan berjalan ini, air di embung bekas hutan pohon galam di Desa Handil Birayang Atas, Kecamatan Bumimakmur, itu belum mengairi lahan persawahan warga petani di Desa Handil Birayang Atas.

"Ini sedang diusulkan untuk program membuat saluran air di persawahan. Embung yang bangunan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tanahlaut diharapkan dapat dimanfaatkan warga petani," katanya.

Baca: Langsung Jadi Kiper Utama Martapura FC, Ini Kata Mantan Kiper Arema FC ini

Muhid, Warga Desa Handil Birayang Atas mengaku sawahnya mengalami kekeringan. Kondisi tanaman padinya lebih banyak ditumbuhi rumput dan hasil panen padinya tidak banyak.

Bersama istrinya, Basrah bulir padi yang menguning tetap dipanen. Muhid mengaku hasil panen padi itu sekedar mencukupi kebutuhan pangan keluarganya.

Muhammad Musa, warga Desa Handil Birayang Atas mengaku hasil panen padi tahun ini banyak yang mengalami kerusakan dan gagal panen.

Baca: Andi Arief Sebut Perintah Partai Beber Mahar Rp 500 Miliar, Elit Demokrat Malah Bersikap Seperti Ini

Sekitar dua hektare lahan padi milik orangtuanya juga terdampak kekeringan dan sebagian serangan hama. Akibat gagal panen, sebagian temannya ada yang menunda pernikahan.

"Kawan saya batal menikah tahun ini, hanya karena hasil panen tidak cukup untuk biaya pernikahan dan membeli peralatan untuk jujuran," ceritanya. (banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help