Berita Hulu Sungai Tengah

Dihantam Sampah Kayu, Jembatan Samhurang di HST Nyaris Putus

Sebuah jembatan kayu di yang menghubungkan Desa Samhurang ke Desa Binjai Pamangkih, Kecamatan Labuanas Amas Selatan, HST mengalami rusak berat.

Dihantam Sampah Kayu, Jembatan Samhurang di HST Nyaris Putus
istimewa
Kondisi jembatan di Desa Samhurang yang menghubungkan ke Desa Binjai Pamangkih Kecamatan Labuanamas Utara, Hulu Sungai Tengah yang rusak parah akibat dihantam sampah yang terbawa arus sungai, Kamis (30/8/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sebuah jembatan kayu di yang menghubungkan Desa Samhurang ke Desa Binjai Pamangkih, Kecamatan Labuanas Amas Selatan, Hulu Sungai Tengah mengalami rusak berat.

Jembatan nyaris putus akibat dihantam sampah bambu dan kayu yang hanyut dibawa arus sungai Benawa, Barabai, Kamis (30/8/2018), sekitar pukul 10.00 Wita.

Kepala Desa Samhurang, kepada banjarmasinpost.co.id menjelaskan, sampah bawaan arus itu menghantam tiang di tengah jembatan, sehingga tiang ulin penyangganya pun roboh, dan sebagian hanyut terbawa arus.

Baca: Jersey Jonatan Christie Laku 400 Juta di Lelang Gempa Lombok, Ini Sosok Pembelinya

Untuk menyelamatkan bagian bangunan jembatan lainnya, seperti lantai, warga bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas bergotong royong mencopoti lantai dan tiang tersisa.

“Soalnya sebaris tiang sudah larut, sehingga kami lakukan upaya penyelamatan,”kata Murjani.

Dijelaskan,jembatan kayu tersebut sebelum dihantam sampah yang terbawa arus, kondisinya sudah rusak, dimana lantai-lantainya yang copot ditambal-tambal warga dengan papan sibitan. Meski demikian, masih bisa dilewati sekedar untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua saat menyeberang.

Baca: Ayu Ting Ting Posting Foto Disebut Editannya Parah dan Bandingkan dengan Nagita Slavina

Kondisi jembatan, jelas Kades juga sudah masuk dalam usulan rencana perbaikan di Musrenbang tingkat kecamatan. Fungsi jembatan sendiri, sangat vital karena selain digunakan untuk mengangkut hasil pertanian, juga sebagai jalan terdekat anak-anak yang belajar di Pondok Pesantren AL Muhajirin.

Disebutkan, pasca rusaknya jembatan Samhurang tersebut, warga yang hendak ke Binjai Pamangkih pun terpaksa lewat jembatan alternatif.

Jarak jembatan alternatif, sekitar satu kilometer dari jembatan yang rusak. Dijelaskan, saat banjir terakhir, tak terlalu berdampak karena saat itu sampah bawaan arusnya numpuk di jembatan Pamangkih.

Baca: Tidak Musim Libur, Omzet Pengelola Permainan di Pantai Batakan Turun hingga 60 Persen

Kades berharap, pihak pemerintah kabupaten dalam hal ini dinas PU memprioritaskan perbaikan jembatan yang rusak atau membangunkan jembatan baru yang konstruksinya lebih kuat.

Sementara itu, informasi yang diperoleh BPost hujan deras di wilayah pegunungan Meratus Hantakan, Rabu malam, membuat kedalaman sungai meningkat, termasuk Sungai di Barabai, yang saat ini kedalamannya naik drastis, meski  belum meluap.

Rudi, dari Taruna Siaga Bencana melalui Group Urgent HST menjelaskan, informasi yang diperoleh pihaknya dari Desa Batu Hayam dan Desa Alat kenaikan debit air sekitar satu meter.

Baca: Tim Penilai Datangi Posyandu Dahlia Al Mansyur dan Kasturi

“Insya Allah di Barabai masih aman, karena di daerah hilir sebelumnya surut,”katanya. Meski demikian, yang perlu diwaspadai menurut Rudi, justru sampah atau biasa disebut warga raba (sampah dari ranting dan kayu berbagai pohon, termasuk paring).

Bersarkan pantauan para relawan di HST, sampah bawaan arus sungai di bagian hulu tersebut  saat ini banyak, karena di wilayah pegunungan sedang ramai membuka lahan. Di khawatirkan pula, akan merusak keramba ikan milik pembudidaya ikan di desa-desa jalur sungai Barabai. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

               

Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help