Ustadz Abdul Somad Batalkan Ceramah

Terkait Batal Ceramah Ustadz Abdul Somad, Ketua PBNU Minta Semua Pihak Introspeksi

Terkait Batal Ceramah Ustadz Abdul Somad, Ketua PBNU Minta Semua Pihak Introspeksi

Terkait Batal Ceramah Ustadz Abdul Somad, Ketua PBNU Minta Semua Pihak Introspeksi
Tribun Batam/Munirul Ikhwan
Ustadz Abdul Somad memberi ceramah dalam tabligh akbar di Lapangan Pamedan Tanjungpinang, Selasa (7/8/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ketua Pengurus Besar Nahdlatu Ulama (PBNU),  Marsudi Syuhud memberikan komentar terkait batalnya ceramah Ustadz Abdul Somad karena dugaan adanya intimidasi.

Ia mengajak semua pihak yang merasa telah diintimidasi untuk mawas diri sekaligus introspeksi terkait apa yang telah dilakukannya termasuk dengan batalnya ceramah Ustadz Abdul Somad hingga penghadangan Neno Warisman.

Hal tersebut disampaikan Marsudi kepada tribun-medan.com, usai menghadiri acara Muzakarah Alim Ulama di Santika Dyandra Hotel Medan, Jumat (7/9/2018). 

Baca: Segini Gaji yang Bakal Kamu Terima Bila Jadi PNS pada Penerimaan CPNS 2018, Ini Daftar Gajinya

Baca: Nasib Penghina Ustadz Abdul Somad, Dibekuk FPI dan Terancam Hukum Adat Diusir Dari Riau

"Kamu sebut saja siapa yang mengumbar-umbar dia korban persekusi, Ustaz Abdul Somad misalnya, Neno Warisman misalnya, mari kita sama-sama instropeksi," katanya. 

Marsudi menjelaskan, instropeksi yang dimaksud adalah mengevaluasi diri mengenai apa yang telah mengakibatkan dirinya mendapat ancaman.

Marsudi mengatakan bahwa masalah yang sedang dihadapi Ustadz Abdul Somad dan Neno Warisman bukanlah masalah besar.

Baca: Hotman Paris Ngaku Kapok dan Tak Akan Pernah Tangani Kasus Ini Usai Jadi Sorotan Media Asing

Baca: Syarat Nilai Penerimaan CPNS 2018, Perhatikan Formasi, Tahapan Penerimaan CPNS, 19 September 2018

Ia mengungkapkan bahwa Ustadz Abdul Somad dulu merupakan pengurus NU wilayah Riau, sehingga tidak ada masalah saat NU mengundang Ustaz Abdul Somad.

Ia menyayangkan beberapa pihak membuat isu persekusi tersebut menjadi komoditas politik yang menguntungkan pribadi saja. 

"Setiap individu itu ada software yang mendasari melakukan tindakan. Bila sebuah tindakan negatif namun dia senang melakukannya, maka orang itu akan terus melakukannya," katanya.

Marsudi Syuhud menyebutkan banyak kabar mengenai persekusi, jangan sampai hanya berupa playing victim, sebuah pola yang hanya mengumbar bahwa ia korban, namun ia sendiri menikmatinya. 

Halaman
12
Editor: Restudia
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved