Kriminalitas Hulu Sungai Tengah

Bawa Senjata Mematikan, Warga Mualimin Ditangkap Sedang Mabuk di Pinggir Jalan Desa Natih

Dia tertangkap, karena menbawa senjata tajam jenis pisau penusuk, saat di jalan umum Desa Natih

Bawa Senjata Mematikan, Warga Mualimin Ditangkap Sedang Mabuk di Pinggir Jalan Desa Natih
Istimewa
Barang bukti pisau penusuk yang disita dari tersangka M Rusdyanor. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Polsek Batangalai Selatan menangkap M Rusdiyanor (22), warga Jalan M Ramli Mualimin, Kelurahan Barabai Darat, Barabai, Hulu Sungai Tengah, Minggu (23/9/2018).

Dia tertangkap, karena menbawa senjata tajam jenis pisau penusuk, saat di jalan umum Desa Natih, Kecamatan Batangalai Timur Hulu Sungai Tengah, saat dalam kondisi mabuk alkohol.‎

Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, melalui Humas Polres HST, Bripka M Husaini, Senin (24/9/2018) menjelaskan, tersangka kini masih diamankan di Polsek Labuanamas Selatan (kecamatan Batangalai Timur belum ada Polsek).

Pihak polsek juga menyita barang bukti berupa sebilah pisau penusuk dan kumpangnya yang terbuat dari kayu. Adapun panjang pisau 17,5 sentimeter dengan panjang hulu sembilan sentimter.

Baca: Delapan Rumah Hulu Sungai Selatan Ludes Terbakar Dini Hari Tadi, Ini Penyebabnya

Tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 UU D Nomor 12 tahun 1951, yaitu secara tanpa hak membawa, memiliki, dan menguasai senjata tajam tanpa izin, serta tak ada hubungannya dengan pekerjaan sehari-hari.

Dijelaskan, tersangka ditangkap, pada saat anggota Polsek BAS melaksanakan patroli menuju Desa Natih, Batangalai Timur. "Saat itu anggota Polsek BAS melihat dua orang mencurigakan, dalam keadaan mabuk minum alkohol.

Baca: Ratusan Personel Polres Amankan Hearing Wabup, Ada Kabat Bupati dan Wakil Tak Harmonis

Ketika diperiksa, ditemukan senjata tajam penusuk jenis pisau yang diselipkan di bagian perut depan, sebelah kanan, dan langsung diamankan,"kata Husaini.

Kapolres, kata Husaini mengimbau, masyarakat agar jika keluar rumah tak membawa senjata tajam, yang tak ada hubungannya dengan pekerjaan. Karena melanggar UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951, sehingga diancam pidana penjara.

Baca: Surat Persija untuk Pemerintah Usai Tewasnya Satu The Jakmania di Laga Persib vs Persija Liga 1 2018

Larangan membawa sajam, untuk mencegah penyalahgunaan, yang bisa secara spontan maupun berencana memungkinkan orang melakukan tindak pidana. Apalagi orang yang membawa senjata tajam tersebut temperamental.

"Terlebih lagi dalam kondisi mabuk, perbuatannya bakal tak terkontrol, dan membahayakan orang lain,"kata Husaini. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved