Air Garam Bisa Menjadi Pengobatan Alternatif, ini Penyakit yang Bisa Dicegah

Berkumur dengan air asin telah menjadi pengobatan alternatif sebelum pengobatan modern dikenal

Air Garam Bisa Menjadi Pengobatan Alternatif, ini Penyakit yang Bisa Dicegah
tribun bangka
air garam 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berkumur dengan air asin telah menjadi pengobatan alternatif sebelum pengobatan modern dikenal.

Bahkan, penelitian dan pengobatan modern masih mendukung pemberian air asin hingga saat ini, sebagai pendekatan efektif untuk masalah kesehatan ringan tertentu.

Garam telah terbukti secara ilmiah membantu menarik keluar air dari jaringan mulut, sekaligus menciptakan penghalang garam yang mengunci keluar air dan patogen berbahaya masuk kembali ke dalam.

Baca: Mengintip Keseharian Bulan, Gadis Cilik yang Dampingi Presiden Jokowi di Pembukaan Asian Para Games

Baca: Demi Perempuan Bernama Bulan, Presiden Jokowi Turun dari Podium dan Lakukan Ini

Hal ini membuat karbohidrat air garam mampu menghalangi virus dan bakteri, mengurangi kemungkinan infeksi di mulut dan tenggorokan, dan mengurangi peradangan pada ketidakseimbangan kesehatan tertentu.

Laman Meetdoctor merangkum sejumlah keluhan yang dapat diatasi dengan larutan air garam:

Sakit tenggorokan

Air garam sangat efektif untuk pilek atau flu yang menyebabkan sakit tenggorokan ringan - tapi bisa meringankan sakit tenggorokan parah dengan bantuan acetaminophen (tylenol) atau ibuprofen (advil) Sinus dan infeksi pernapasan Studi juga menunjukkan, air asin dapat membantu mengurangi tingkat keparahan infeksi, baik itu dari infeksi virus maupun bakteri.

Termasuk pilek, flu, radang tenggorokan, dan infeksi virus melalui air liur seperti epstein-barr atau mononukleosis.

Baca: Nia Ramadhani Senang Dapat Hadiah Smartphone iPhone Canggih dari Mertuanya, ini Pujiannya

Baca: Baru Dirilis Teaser-nya, Lagu Lay EXO Give Me A Chance Sudah Puncaki Tangga Lagu di 16 Negara

Sebuah studi tahun 2013 tentang metode pencegahan flu nonmedis menemukan, obat kumur air garam bisa lebih efektif untuk mencegah reinfeksi daripada vaksinasi flu.

Artinya, ini berguna saat subjek melakukan kontak dengan beberapa orang.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved