Gempa Donggala

Penjelasan BMKG Terkait Tuduhan Gagal Beri Peringatan Dini Tsunami di Sulteng

Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, BMKG memberi kronologis urutan kejadian sejak BMKG mengeluarkan peringatan dini.

Penjelasan BMKG Terkait Tuduhan Gagal Beri Peringatan Dini Tsunami di Sulteng
kompas.com
Sebuah kapal melintang di Kota Palu akibat Tsunami 

BANJARMASINPOST.CO.ID -  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat dituduh gagal memberi peringatan dini tsunami dan menyebabkan korban jiwa berjatuhan pascaterjadinya gempa berkekuatan 7,4 dan tsunami di Donggala dan Palu Jumat (28/9/2018).

Menanggapi kabar tersebut, Daryono selaku Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG menegaskan berita yang beredar tersebut sama sekali tidak benar. Pasalnya, BMKG telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan.

"Tidak ada human error dan instrument error oleh BMKG dalam memberikan informasi dan peringatan dini tsunami di Palu," ujar Daryono dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Minggu (7/10/2018).

Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, BMKG memberi kronologis urutan kejadian sejak BMKG mengeluarkan peringatan dini, kemudian terjadi tsunami, hingga peringatan dini tsunami diakhiri. Baca juga: Pakar: Tsunami Palu adalah Tsunami Lokal

Baca: Hasil MotoGP Thailand 2018 - Marc Marquez Juara, Atasi Andrea Dovizioso di Tikungan Terakhir

Kronologi kejadian tsunami

Sejak Donggala dan Palu diguncang gempa berkekuatan 7,4 pukul 18.02 WITA, maka Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) di BMKG secara otomatis memodelkan tsunami.

Ternyata gempa yang terjadi berpotensi tsunami. Hasil model menunjukkan estimasi waktu tiba tsunami di Palu pukul 18.22 WITA dengan status ancaman Siaga dan estimasi tinggi tsunami 0,5 - 3,0 meter.

Selanjutnya peringatan dini tsunami disebarluaskan oleh BMKG pukul 18.07 WITA kepada institusi terkait seperti BNPB, BPBD, TNI, POLRI, serta Media Penyiaran, melalui berbagai moda diseminasi, seperti SMS, e-mail, facsimile, Warning Receiver System (WRS), website BMKG, dan sosial media seperti Twitter, Facebook, dan Instagram.

Setelah dilakukan pengecekan terhadap hasil observasi muka laut di Mamuju, tercatat adanya tsunami setinggi 6 cm pukul 18.27 WITA, sementara jarak antara Palu dan Mamuju adalah 237 km.

Hasil temuan di lapangan oleh pegawai BMKG Palu menunjukkan bahwa pukul 18.27 WITA ada genangan air setinggi 30 sentimeter di Pelabuhan Pantoloan, pada jarak 100 sampai 200 meter dari pantai.

Kemudian pukul 18.30 WITA, ditemukan genangan air setinggi 10 sentimeter di kantor Bea Cukai Pantoloan dan ditemukan kapal terdampar menutupi jalan raya. Ini merupakan fakta bahwa saat itu tsunami sebenarnya sudah surut.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved