Pilpres 2019

Hasto : Capres, Cawapres, Ketua Tim dari Gerindra, Apa yang Didapat AHY & Demokrat di Pilpres 2019?

Sikap Partai Demokrat yang membebaskan kadernya mendukung Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin atau Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019

Hasto : Capres, Cawapres, Ketua Tim dari Gerindra, Apa yang Didapat AHY & Demokrat di Pilpres 2019?
tribunnews.com
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat memberikan kata sambutan pada acara rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Demokrat 2018 dengan mengusung tema Demokrat Siap di Sentul International Convention Center, Jawa Barat, Sabtu (10/3/2018). Meskipun SBY menyatakan Demokrat belum menentukan capres dan cawapres yang akan diusung pada Pemilu 2019, dalam pidatonya, ia berulang kali menampilkan sinyal dukungan terhadap Jokowi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sikap Partai Demokrat yang membebaskan kadernya mendukung Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin atau Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 munculkan berbagai pandangan.

"Kami paham Demokrat gamang atas sikap politiknya terhadap Prabowo yang dinilai tidak memberi harapan dengan seringnya minta maaf. Baru 1,5 bulan kampanye saja, sudah tiga kali minta maaf," kata Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Pilpres 2019, Hasto Kristiyanto melalui keterangan tertulis, Jumat (16/11/2018).

Selain itu, menurut Hasto, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlihat tak nyaman dengan banyaknya kampanye negatif yang dilancarkan kubu Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019.

Apa lagi, lanjut Hasto, semua posisi penting di kubu Prabowo-Sandiaga menjadi milik kader Gerindra. Hal itu mulai dari posisi capres, cawapres, hingga posisi penting di Badan Pemenangan Nasional.

Baca: Respons Kubu Jokowi-Maruf Amin Soal Sikap PPP yang Dukung Prabowo-Sandiaga Uno di Pilpres 2019

Baca: Persib vs Persija di Final! Hasil Akhir Barito Putera vs Persija Jakarta Liga 1 U-19 2018, Skor 7-8

Baca: Link Live Streaming & Jadwal Hong Kong Open 2018, Jumat (16/11) - Marcus/Kevin & Jojo ke Semifinal?

"Capres, Cawapres, ketua tim dan unsur bendahara, semua berasal dari Gerindra. Jadi apa yang di dapat Mas AHY (Agus Harimurti Yudhoyono)?” kata Hasto.

Ia menambahkan, berdasarkan survei internal PDI-P, pemilih PAN, Demokrat, Nasdem, dan Gerindra saling beririsan.

"Kalau Gerindra turun, partai lain yang beririsan tadi akan naik. Jadi sikap Demokrat sangat wajar untuk mengamankan kepentingan legislatif partainya agar bisa berlaga di 2024,” lanjut Hasto.

Sebelumnya Ketua Komisi Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mengaku mengetahui ada kader partai yang mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Baca: Hasil Hong Kong Open 2018 - Ahsan/Henda Lolos ke Semifinal, Kalahkan Pasangan Denmark

Padahal, Demokrat secara resmi mengusung pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Kita sudah sangat mengetahui, survei internal Partai Demokrat menyatakan memang mayoritas memilih Pak Prabowo, tetapi ada juga yang sesuai dengan cultural wilayah setempat itu memilih Pak Jokowi," tutur Ibas saat ditemui di sela-sela acara Pembekalan Caleg DPR RI Partai Demokrat, di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (11/11/2018).

Menurut dia, hal itu juga terjadi pada partai lain. Ia menilai, belum tentu seluruh kader parpol mendukung paslon yang diusung secara resmi oleh partai.

Baca: Adu Penalti! Hasil Barito Putera vs Persija Jakarta Liga 1 U-19, Skor 2-2 Hingga Perpanjangan Waktu

Baca: Jadwal & Link Live Streaming RCTI Timnas Thailand vs Indonesia di Piala AFF 2018, Patahkan Rekor!

Ibas menambahkan, Demokrat adalah parpol yang demokratis. Pilihan dukungan untuk pilpres adalah urusan masing-masing kader sebagai individu.

Untuk itu, kata dia, tidak akan ada hukuman yang dijatuhkan pada kader yang memiliki pilihan berbeda soal capres dan cawapres.

"Sekarang kita tidak bisa memberikan punishment, kita hanya bisa menyerukan, tetapi kalau memberikan punishment tidak bisa," terang dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Timses Jokowi: Kami Paham Demokrat Gamang..."

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved