CPNS 2018

KemenPANRB Tegaskan Sistem Ranking Hanya Untuk Formasi Kosong CPNS di Permenpan No 61 Tahun 2018

KemenPANRB Tegaskan Sistem Ranking Hanya Untuk Formasi Kosong CPNS di Permenpan No 61 Tahun 2018

KemenPANRB Tegaskan Sistem Ranking Hanya Untuk Formasi Kosong CPNS di Permenpan No 61 Tahun 2018
tribun kaltim
Passing grade SKD CPNS 2018 sebagian peserta tes tidak lolo, alternatif lain dengan sistem ranking. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) menyatakan Peraturan Menteri PANRB (Permenpan) No 61 Tahun 2018 yang menerapkan sistem rangking hanya diberlakukan bagi formasi kosong CPNS 2018.

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur (SDMA) Kementerian PANRB, Setiawan Wangsaatmaja mengatakan metoda yang diterapkan untuk pengisian formasi kosong dengan kombinasi antara sistem ranking.

Memilih tiga terbaik di setiap formasi kosong, serta adanya nilai minimum kumulatif sebesar 255 yang harus dipenuhinya agar peserta tetap berkualitas.

“Sistem perankingan dengan nilai kumulatif minimum ini hanya berlaku untuk mengisi formasi yang kosong. Oleh karena itu, peserta yang telah lolos passing grade awal dipastikan tidak dirugikan,” tegas Setiawan seperti dikutip Tribunnews.com dari laman resmi Sekretariat Kabinet, setkab.go.id, Jumat (23/11/2018).

Baca: Jadwal Tes SKB CPNS 2018 1-4 Desember, Simak Cara Pengisian Formasi Kosong dengan Sistem Ranking

Baca: Kisi-Kisi Soal Tes SKB CPNS 2018 Bagi Peserta Lolos Tes SKD dengan Sistem Ranking BKN

Baca: Ini Cara Kemenpan RB Isi Formasi Kosong CPNS 2018 untuk Formasi Umum, Khusus dan Instansi Daerah

Baca: Peserta Tak Lolos Tes SKD Masih Bisa Ikut SKB CPNS 2018 Berdasarkan Aturan Baru, Ini Penjelasannya

Setiawan melanjutkan, Permenpan No 61 Tahun 2018 tidak merubah atau membatalkan kebijakan sebelumnya yang tertuang dalam Peraturan Menteri PANRB No. 37/2018 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018.

Menurutnya, Permenpan No 61 Tahun 2018 itu diharapkan menjadi solusi terhadap keterbatasan jumlah kelulusan peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), serta terjadinya disparitas hasil kelulusan antar wilayah yang berpotensi tidak terpenuhinya formasi yang telah ditetapkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, tingkat kelulusan SKD CPNS tahun 2018 ini kurang dari 10 persen.

Sejumlah pelamar CPNS di Kantor Kemenag Kalteng saat  memantau hasil tes CPNS.
Sejumlah pelamar CPNS di Kantor Kemenag Kalteng saat memantau hasil tes CPNS. (tribunkalteng.co/fathurahman)

Selain itu, banyak formasi kosong lantaran pesertanya tidak ada yang memenuhi passing grade.

Kalau kondisi itu dibiarkan, dikhawatirkan banyak formasi yang sudah ditetapkan tidak terisi.

Tanpa mengurangi kualitas CPNS yang direkrut, Deputi Bidang SDMA Kementerian PANRB itu mengemukakan, alokasi penetapan formasi CPNS tahun 2018 perlu dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan PNS sehingga tidak mengganggu pelayanan publik.

Halaman
1234
Editor: Restudia
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved