Pilpres 2019

Analisa 3 Bulan PARA Syndicate: Tren Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Menurun, Prabowo-Sandi Naik

Analisa 3 Bulan PARA Syndicate: Tren Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Menurun, Prabowo-Sandi Naik

Analisa 3 Bulan PARA Syndicate: Tren Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Menurun, Prabowo-Sandi Naik
(KOMPAS.com/YOGA SUKMANA)
Dua pasangan capres dan cawapres, Joko Widodo-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menghadiri deklarasi kampanye damai, di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu (23/9/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - PARA Syndicate menganalisis 12 hasil survei dari beberapa lembaga survei terkait elektabilitas pasangan Capres 2019 dan Cawapres 2019, selama periode Agustus hingga November 2018.

Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo mengatakan, setelah mereka menarik regresi linear dari data-data 12 hasil survei tersebut, tren elektabilitas pasangan calon presiden dan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, menunjukkan penurunan.

"Secara umum pergerakan elektabilitas Jokowi-Maruf Amin dari bulan Agustus sampai November itu trennya turun," ujar Ari saat merilis hasil perhitungan tersebut di kantor PARA Syndicate, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/12/2018).

Baca: DPW PAN Sumsel Mengaku 25 Kader yang Dukung Jokowi-Maruf Orang Gila

Di sisi lain, pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, memperlihatkan tren meningkat.

"Untuk Prabowo-Sandiaga trennya justru naik, walaupun sebenarnya tipis," kata dia.

Kemudian, tren pemilih yang belum menentukan pilihannya juga bergerak naik. Menurut Ari, hal itu menjadi fenomena menarik, sejumlah pemilih yang tadinya sudah punya pilihan kini justru ragu.

Baca: Acara Lamaran Syahrini Hanya Didatangi Keluarga Besar, Ini Penjelasan Tetangga yang Jadi Saksi Mata

Ia berpendapat bahwa tren tersebut perlu menjadi catatan bagi tim sukses masing-masing pasangan calon. Ari menuturkan, jika tidak ada perbaikan strategi, bisa jadi elektabilitas pasangan yang mengalami tren penurunan akan kian tergerus.

"Kalau penurunan ini tidak disadari, tidak ada perubahan strategi kampanye segala macam, pasti trennya akan terus turun," ungkapnya.

PARA Syndicate menganalisis 12 hasil survei terkait elektabilitas paslon dari lembaga survei yang dianggap kredibel.

Baca: 4 Fakta Pernikahan Opick dengan Bebi Silvana, Ini Sosok Bebi Pengganti Mantan Dian Rositaningrum

Seluruh survei yang dianalisis menggunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah responden sekitar 1.500 orang.

Hasil survei yang dipakai berasal dari lembaga-lembaga seperti, Alvara, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Y-Publica, Indikator, dan Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC). Kemudian, Populi Center, Litbang Kompas, serta Median.

Berita Ini Juga Ada di KOMPAS.COM

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved