Penjelasan Ilmiah Resmi BMKG Tentang Suara Dentuman Keras yang Terdengar di Bandung dan Sumsel

Penjelasan Ilmiah Resmi BMKG Tentang Suara Dentuman Keras yang Terdengar di Bandung dan Sumsel

Penjelasan Ilmiah Resmi BMKG Tentang Suara Dentuman Keras yang Terdengar di Bandung dan Sumsel
Tribun Lampung/Noval Andriansyah
Personel Basarnas Lampung berada di tengah lokasi terparah yang terdampak tsunami di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Minggu, 23 Desember 2018. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) memberikan penjelasan ilmiah resmi perihal misteri suara dentuman keras yang terdengar di sejumlah daerah di Jawa Barat. Suara dentuman itu terdengar di wilayah Bandung, Cianjur, Karawang, Purwakarta.

Namun sampai saat ini Kompas.com sendiri belum menemukan rekaman suara dentuman tersebut seperti apa.

Menanggapi informasi tersebut, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Tony Agus Wijaya mengatakan, berdasarkan informasi masyarakat di Bandung, suara gemuruh itu terdengar pada 25 Desember 2018 malam, sekitar pukul 23.28 WIB, 23.37 WIB, dan 23.52 WIB.

Baca: 5 Pendiri PAN Ungkap Sosok Penyebar Isu Kebangkitan PKI Jelang Pilpres 2019, Amien Rais?

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Pekan 19 Malam Ini, Boxing Day MU vs Huddersfield di MNC TV

Baca: Amien Rais Didesak Mundur 5 Pendiri PAN Karena Dukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019

Baca: Kalimat I Miss You dari Dylan Sahara untuk Ifan Seventeen, Firasat Sebelum Tsunami Banten & Lampung?

"Dari analisa alat lightning detector (alat untuk memantau aktivitas petir) milik BMKG yang dioperasikan di Lembang dan dapat memantau seluruh wilayah Jawa Barat, bahwa pada jam tersebut telah terjadi petir di barat dan tenggara wilayah Bandung," katanya, Rabu (26/12/2018).

"Karena saat ini musim hujan dan di wilayah Jawa Barat terdapat kumpulan awan-awan konvektif yang berpotensi memicu gemuruh dan petir serta hujan dengan intensitas ringan hingga sedang," imbuh Tony.

Ilustrasi
Ilustrasi ()

Tony menegaskan, tanggapan tersebut berdasarkan informasi yang didapatkannya dari masyarakat yang mendengar suara gemuruh dari arah barat pada tanggal 25 Desember 2018 itu. Begitu pun waktu yang dicatat oleh masyarakat itu sendiri.

Baca: 4 Pesan Penting Ustadz Abdul Somad Soal Merayakan Tahun Baru 2019, Lebih Baik Tidur!

Baca: Respons Kubu Jokowi-Maruf Amin Soal Pernyataan Prabowo Subianto Terkait Haiti

"Kami hanya mendapat info masyarakat yang tadi malam mendengar suara gemuruh dari arah barat dan masyarakat mencatat jam kejadiannya," katanya.

Namun sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi rekaman dentuman misterius tersebut.

"Sampai sekarang tidak ada info dari masyarakat rekaman suaranya seperti apa. Info harus jelas sumber dan isinya. Jangan ditambahi atau dikurangi," pungkasnya.

Toni pun mengirimkan data petir yang tercatat pada alat lightning detector.

Diketahui pada data tersebut ada 52 flashes yang berarti dalam 1 hari itu (25 Desember 2018) terjadi 52 kali sambaran petir yang terekam alat tersebut.

Dan 99 strokes yang berarti dalam 1 hari telah terjadi 99 kali loncatan muatan listrik di awan yang terekam alam tersebut.

Sebelumnya, dentuman misterius juga terdengar oleh masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Namun hingga kini, baik PVMBG maupun BMKG belum memastikan sumber dentuman tersebut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Suara Dentuman Misterius Juga Terdengar di Bandung, Ini Jawaban Ilmiah BMKG"

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved