Pilpres 2019

Adu Pernyataan Prabowo Subianto dan Jokowi Soal Gaji PNS Saat Debat Pilpres 2019

Adu Pernyataan Prabowo Subianto dan Jokowi Soal Gaji PNS Saat Debat Pilpres 2019

Adu Pernyataan Prabowo Subianto dan Jokowi Soal Gaji PNS Saat Debat Pilpres 2019
Kompas.com/garry lotulung
Pasangan nomor urut 01 dan nomor urut 02 pada debat capres cawapres Pilpres 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sesi Debat Pilpres 019, antara Jokowi dan Prabowo saling adu pernyataan. Terlebih saat membahas gaji aparatur sipil negara (ASN) sebagai salah satu upaya pembenahan birokrasi untuk memberantas korupsi.

Menurut Prabowo Subianto, yang perlu dilakukan salah satunya adalah menaikkan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat Debat Pilpres 2019 itu.

"Akar masalahnya adalah penghasilan PNS dan birokrat itu kurang. Saya akan perbaiki kualitas hidup birokrat," ujar Prabowo dalam debat capres pada Kamis (17/1/2019).

Menurut Prabowo, gaji birokrat tidak realistis. Ia memberi contoh gaji pejabat yang kecil.

Baca: Fakta Pernyataan Prabowo Subianto Soal Luas Wilayah Jateng dan Malaysia Saat Debat Pilpres 2019

Baca: Bocoran Jadwal Liga 1 2019 Diungkap Dirut Persija Jakarta, Usai Pemilu 2019?

Baca: Reaksi Pendukung Saat Jokowi Singgung Ratna Sarumpaet Ketika Jawab Prabowo di Debat Pilpres 2019

Baca: Prabowo Subianto Ungkap Kades Ditahan di Sesi Debat Pilpres 2019, Jokowi Singgung Ratna Sarumpaet

Baca: Sikap Jokowi Saat Maruf Amin Jelaskan Terorisme di Debat Pilpres 2019 Bersama Prabowo-Sandi

Meski begitu, Prabowo menegaskan bahwa dia akan memberi sanksi tegas kepada para pegawai negeri yang masih melakukan korupsi.

"Tingkatkan gaji, perbaiki kualitas hidup, kalau dia masih korupsi, saya akan tindak tegas. Kita contoh negara-negara lain, misalnya kita taruh di pulau terkecil, suruh tambang pasir terus-menerus," ujar Prabowo.

Sementara, Jokowi membantah pernyataan Prabowo dalam debat pertama Pilpres 2019 ini. Menurut Jokowi, gaji ASN saat ini sudah lebih dari cukup.

"Saya tidak setuju. Kita tahu gaji ASN kita sekarang sudah cukup dengan tambahan tunjangan kinerja yang sudah besar," ujar Jokowi.

Jokowi mengungkapkan, untuk membenahi birokrasi, yang terpenting adalah perampingan, dan perbaikan rekrutmen ASN, yakni hanya menerima calon terbaik. Selain itu, untuk tindakan mutasi dan promosi jabatan sesuai kompetensi dan prestasi pegawai.

Dua pasangan capres-cawapres, Joko Widodo-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menghadiri deklarasi kampanye damai di Lapangan Silang Monas,
Dua pasangan capres-cawapres, Joko Widodo-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menghadiri deklarasi kampanye damai di Lapangan Silang Monas, (KOMPAS.com/ABBA GABRILIN)

"Pengawasan internal yang kuat dengan didukung pengawasan eksternal oleh masyarakat, media, hingga komisi ASN," ujar Jokowi.

"Sekarang sudah kita lakukan (rekrutmen pejabat yang bersih). Contoh rekrutmen ASN dilakukan sevara terbuka. Semua bisa cek hasilnya," ujar Jokowi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perbedaan Pendapat Jokowi dan Prabowo soal Gaji ASN..."

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved