Bekantan Tabrak Truk

Bekantan Tabrak Truk di Handil Bakti Kondisinya Koma, BKSDA Kalsel Turunkan Tim Khusus

Bekantan Tabrak Truk di Handil Bakti Kondisinya Koma, BKSDA Kalsel Turunkan Tim Khusus

Bekantan Tabrak Truk di Handil Bakti Kondisinya Koma, BKSDA Kalsel Turunkan Tim Khusus
relawan/emergency gabungan
Kondisi Bekantan tertabrak mobil di Handil Bakti, Batola, Kalsel, Rabu (6/2/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, HANDIL BAKTI - Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalsel, menurunkam tim untuk melihat kondisi seekor bekantan menjadi korban kecelakaan di kawasan Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola Kalsel, Rabu (6/2/2019) pukul17:00 Wita.

“Iya sudah kita turunkan tim ke lokasi. Nanti kita akan kita obsevervasi, apakah nanti bekantan bisa langsung kita lepas atau kita rawat dulu karena kondisi yang tertabrak mobil,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah 2 Banjarbaru Balai Konservasi Sumber Daya Alam, (BKSDA) Kalsel Ridwan Efendy.

Jarot, petugas konservasi dan keanekaragam hayati BKSD Kalsel, di lokasi, menjelaskan saat ini kondisi bekantan usia sekitar tiga tahun dalam kondisi memprihatinkan dan koma. Jari-jemari bekantan saja yang bisa bergerak.

“Kondisi tubuhnya lemas dan koma karena diduga tertabrak truk Rabu petang,” katanya.

Baca: Nasib Undangan Nikah Ahok (BTP) dan Puput Nastiti Devi Diungkap Tetangga Puput, Sudah Disebar?

Baca: Bekantan Tabrak Truk Lewat Masih Tunggu Penanganan Dokter Hewan, Tubuhnya Lemas

Baca: Bekantan Tabrak Truk Lewat di Handil Bakti, Kondisinya Mengenaskan

Dijelaskannya, ada kemungkinan bekantan tersebut sedang menyeberang jalan dari semak belukar ke belukar lainnya untuk mencari makan. Bekantan memang muncul pada petang hari untuk mencari makan,

“Iya nah saat mencari makan menyeberang, kemungkinan tertabrak. Kita melihat kondisi bekantan sudah di kantor polisi Polsek Handil Bakti setelah dievakuasi warga dari pinggir jalan. Sore tadi bekantan sempat menjadi tontotan warga,” katanya.

Jarot sudah menghubungi Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) untuk melakukan perawatan bekantan dalam kondisi koma lebih lanjut karena mereka punya dokter hewan 24 jam. (Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved