Pilpres 2019

Kader PSI Sulsel Ramai-ramai Undur Diri, Penyebabnya Tak Transparan Hingga Larangan Berpoligami

Partai yang dinakhodai Grace Natalie ini merupakan partai baru yang lolos verifikasi KPU untuk melaju ke Pemilu 2019.

Kader PSI Sulsel Ramai-ramai Undur Diri, Penyebabnya Tak Transparan Hingga Larangan Berpoligami
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (Ketum PSI) Grace Natalie, memberikan keterangan kepada wartawan usai diperika sebagai saksi oleh Direskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (22/11/2018). Pemeriksaan tersebut guna mengklarifikasi tuduhan menolak Peraturan Daerah (Perda) Syariah terkait laporan dari Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia pimpinan pengacara Eggy Sudjana. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MAKASSAR - Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Parepare mundur massal, Selasa (5/2/2019).

Partai yang dinakhodai Grace Natalie ini merupakan partai baru yang lolos verifikasi KPU untuk melaju ke Pemilu 2019.

Tiga di antara kader yang mundur tersebut merupakan calon legislatif atau caleg PSI untuk DPRD parepare, Sulsel.

Salah satu kader PSI, Aditya Putra mengungkapkan penyebab ia bersama rekan-rekannya mundur sebagai kader PSI.

Menurutnya, kepengurusan partai yang amburadul menjadi salah satu penyebab seluruh kader PSI mundur.

"Kami memutuskan dengan beberapa poin, pertama struktur kepengurusan yang tidak jelas. Ada pengurus yang diberikan SK dan sebagian hanya ditunjuk secara lisan," ujarnya, Selasa (5/2/2019).

Dia menjelaskan, para kader yang mengundurkan diri ini juga karena selama ini tidak transparansi mengenai pengelolaan keuangan dan operasional partai.

Baca: Jelang Debat Capres Pilpres 2019 - Sandiaga: Mari Jangan Saling Serang, Gunakan Kesempatan

Baca: Jadwal Persija Jakarta vs Newcastle Jets Kualifikasi Liga Champion Asia 2019, Catat Tanggalnya!

Baca: Prediksi Barcelona vs Real Madrid El Clasico Semifinal Copa Del Rey Malam Ini : Tanpa Messi?

"Selain itu selama ini tidak pernah ada rapat yang menghadirkan anggota serta agenda politik partai di Parepare," ujarnya.

Sementara itu, kader lain yang mundur, Hendro menyindir terkait transparansi dan keterbukaan partai.

"Katanya terbuka dan progresif ternyata kosong," katanya.

Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved